Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 02.38 WIB

Tak Selalu Rapuh, Ini 7 Kepribadian Orang yang Tumbuh di Keluarga Broken Home

Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home rentan mengalami masalah emosional, sosial, hingga akademik./Freepik. - Image

Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home rentan mengalami masalah emosional, sosial, hingga akademik./Freepik.

JawaPos.com – Kondisi keluarga memiliki peran besar dalam membentuk perkembangan emosional dan kepribadian seseorang. Dalam sudut pandang psikologi, pengalaman tumbuh di lingkungan keluarga yang mengalami konflik berkepanjangan atau perpisahan orang tua dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, membangun hubungan, hingga menghadapi tantangan hidup.

Meski demikian, dampaknya tidak selalu sama pada setiap individu. Ada yang tumbuh dengan ketahanan mental tinggi, sementara yang lain mungkin menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar. Pengalaman hidup, pola pengasuhan, dan dukungan sosial turut menentukan bagaimana seseorang berkembang.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat tujuh karakter yang cukup sering ditemukan pada individu yang tumbuh dalam keluarga broken home berdasarkan kajian psikologi.

1. Memiliki ketahanan mental yang kuat

Orang yang sejak kecil menghadapi perubahan besar dalam keluarga umumnya belajar bertahan dalam situasi sulit. Perubahan seperti perpindahan tempat tinggal, penyesuaian pola hidup, hingga dinamika keluarga yang berubah membentuk kemampuan mereka untuk bangkit setelah mengalami tekanan.

Pengalaman tersebut membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah ketika menemui hambatan dalam kehidupan.

2. Tumbuh menjadi pribadi yang mandiri

Kondisi keluarga yang tidak utuh sering membuat anak belajar mengurus berbagai kebutuhan sendiri sejak usia dini. Mereka terbiasa mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan tidak selalu bergantung pada orang lain.

Kemandirian ini menjadi bekal penting ketika memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial saat dewasa.

3. Memiliki empati yang tinggi

Menghadapi berbagai dinamika emosi dalam keluarga membuat sebagian orang lebih mudah memahami perasaan orang lain. Mereka cenderung peka terhadap kondisi emosional di sekitarnya dan mampu memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan.

Kemampuan memahami perspektif orang lain juga membantu mereka membangun hubungan yang lebih hangat dan penuh pengertian.

4. Mudah beradaptasi dengan perubahan

Perubahan besar yang dialami sejak kecil melatih kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mulai dari berganti sekolah, berpindah tempat tinggal, hingga menghadapi perubahan struktur keluarga menjadi pengalaman yang membentuk fleksibilitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore