Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 16.08 WIB

Jika Pasangan Anda Memiliki 8 Tanda Ini, Mungkin Ia Sedang Mencari Hal Romantis di Luar Hubungan Menurut Psikologi

seseorang yang mencari hal romantis lain / foto: Magnific/tirachardz

 

JawaPos.com - Hubungan yang sehat dibangun di atas rasa percaya, komunikasi yang terbuka, dan komitmen dari kedua belah pihak. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada kalanya salah satu pasangan mulai menunjukkan perubahan sikap yang menimbulkan tanda tanya. Perubahan tersebut sering kali memicu kekhawatiran apakah pasangan masih bahagia dalam hubungan atau justru mulai mencari pemenuhan emosional maupun romantis di luar hubungan.
 
Dalam psikologi hubungan, tidak ada satu pun tanda yang dapat dijadikan bukti pasti bahwa seseorang sedang tertarik pada orang lain. Perilaku manusia sangat kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres, tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kondisi kesehatan mental. Karena itu, tanda-tanda berikut sebaiknya dipandang sebagai sinyal untuk membangun komunikasi, bukan sebagai dasar untuk langsung menuduh pasangan.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (27/7), terdapat delapan tanda yang menurut berbagai penelitian psikologi hubungan dapat mengindikasikan bahwa seseorang sedang mengalami ketidakpuasan emosional atau mulai membuka diri terhadap kemungkinan hubungan romantis di luar pasangannya.

1. Tiba-Tiba Menjadi Sangat Tertutup

Setiap orang berhak memiliki privasi. Namun, jika pasangan yang biasanya terbuka mendadak menjadi sangat tertutup mengenai aktivitas sehari-harinya, hal ini patut diperhatikan.

Misalnya, ia enggan menceritakan bagaimana harinya, sering menghindari pertanyaan sederhana, atau tampak gelisah ketika Anda ingin mengetahui kegiatannya.

Dalam psikologi, perubahan pola komunikasi secara drastis bisa menjadi tanda adanya konflik batin atau sesuatu yang sengaja disembunyikan. Meski demikian, penyebabnya belum tentu berkaitan dengan orang ketiga.

2. Intensitas Komunikasi Menurun

Hubungan yang harmonis biasanya ditandai dengan komunikasi yang konsisten.

Jika pasangan mulai jarang menghubungi Anda, membalas pesan dengan singkat, tampak tidak antusias saat berbicara, atau lebih sering mengakhiri percakapan tanpa alasan jelas, bisa jadi kedekatan emosional mulai berkurang.

Ketika kebutuhan emosional seseorang mulai dipenuhi di tempat lain, perhatian kepada pasangan terkadang ikut menurun. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh kelelahan atau tekanan pekerjaan.

3. Lebih Peduli pada Penampilan Secara Berlebihan

Merawat diri adalah hal yang positif. Akan tetapi, jika pasangan tiba-tiba melakukan perubahan besar pada penampilannya tanpa alasan yang jelas, misalnya membeli banyak pakaian baru, menggunakan parfum berbeda, lebih sering ke salon atau gym, dan tampak sangat memperhatikan penampilan setiap kali keluar sendirian, perubahan tersebut bisa menimbulkan pertanyaan.

Psikologi menyebutkan bahwa seseorang yang ingin menarik perhatian orang lain sering kali meningkatkan usaha dalam memperbaiki citra dirinya.

Meski begitu, perubahan ini juga bisa menjadi bagian dari peningkatan rasa percaya diri atau target hidup yang baru.

4. Kehangatan Emosional Mulai Berkurang

Salah satu indikator penting dalam hubungan adalah kedekatan emosional.

Jika pasangan mulai jarang menunjukkan kasih sayang, menghindari pelukan, ciuman, atau percakapan yang bermakna, hubungan dapat terasa semakin berjarak.

Dalam beberapa kasus, seseorang yang mulai membangun ikatan emosional dengan orang lain dapat mengalami penurunan kedekatan terhadap pasangan utamanya. Namun, konflik yang belum terselesaikan juga dapat menyebabkan gejala serupa.

5. Lebih Sering Menghabiskan Waktu di Luar Rumah

Perubahan jadwal memang bisa terjadi karena tuntutan pekerjaan atau aktivitas baru.

Namun apabila pasangan semakin sering memiliki alasan untuk berada di luar rumah, sering lembur tanpa penjelasan yang konsisten, atau mendadak memiliki banyak kegiatan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, kondisi ini layak dibicarakan dengan tenang.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya frekuensinya, melainkan apakah perubahan tersebut disertai sikap yang semakin tertutup.

6. Mudah Marah Ketika Ditanya Hal Sederhana

Seseorang yang merasa menyimpan sesuatu terkadang menjadi lebih defensif.

Pertanyaan ringan seperti "Tadi ke mana?" atau "Dengan siapa?" bisa memicu reaksi yang tidak sebanding, seperti marah, tersinggung, atau bahkan balik menyalahkan pasangannya.

Dalam psikologi, respons defensif dapat muncul karena berbagai alasan, termasuk rasa bersalah, stres, atau merasa privasinya terganggu.

Karena itu, penting untuk melihat pola perilakunya secara keseluruhan, bukan hanya satu kejadian.

7. Sering Membandingkan Anda dengan Orang Lain

Ketika seseorang mulai mengagumi orang lain secara berlebihan, ia terkadang tanpa sadar mulai membandingkan pasangannya.

Ucapan seperti "Temanku lebih pengertian," atau "Suami teman kantorku jauh lebih romantis," jika terus berulang dapat menunjukkan adanya ketidakpuasan dalam hubungan.

Perbandingan yang terus-menerus dapat mengikis rasa percaya diri pasangan dan menjadi tanda bahwa hubungan membutuhkan evaluasi bersama.

8. Intuisi Anda Terus Merasakan Ada yang Berbeda

Banyak orang mengatakan bahwa mereka memiliki firasat ketika hubungan mulai berubah.

Dalam psikologi, intuisi sering kali merupakan hasil otak yang menangkap berbagai perubahan kecil secara tidak sadar, seperti perubahan ekspresi wajah, nada bicara, kebiasaan, hingga pola komunikasi.

Meski demikian, intuisi sebaiknya dijadikan dorongan untuk berdialog, bukan sebagai bukti bahwa pasangan pasti berselingkuh atau mencari hubungan romantis di luar.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Apabila Anda mulai melihat beberapa tanda di atas, hindari mengambil kesimpulan secara terburu-buru. Menuduh pasangan tanpa bukti justru dapat memperburuk hubungan.

Langkah yang lebih bijaksana adalah:

Ajak pasangan berdiskusi dengan tenang dan tanpa menyalahkan.
Dengarkan sudut pandangnya dengan terbuka.
Sampaikan kebutuhan emosional Anda secara jujur.
Luangkan waktu berkualitas bersama.
Jika konflik terus berulang, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor pasangan.
Kesimpulan

Delapan tanda di atas bukanlah bukti bahwa pasangan sedang mencari hubungan romantis di luar. Psikologi menekankan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga setiap perubahan perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas.

Hubungan yang sehat tidak dibangun atas dasar kecurigaan, melainkan komunikasi yang jujur, rasa saling menghargai, dan kemauan untuk menyelesaikan masalah bersama. Jika Anda merasa ada perubahan dalam hubungan, jadikan hal tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat komunikasi, bukan langsung menghakimi pasangan.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore