Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 22.12 WIB

6 Alasan Mengapa Seseorang Akan Terlihat Lebih Menarik Saat Meletakkan Ponsel Ketika Berbicara Menurut Psikologi

seseorang yang menarik saat meletakkan ponsel / foto: Magnific/wayhomestudio

 

JawaPos.com - Di era digital, ponsel telah menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang secara refleks memegang atau bahkan terus melihat layar ponsel saat sedang berbicara dengan orang lain.
 
Padahal, menurut berbagai temuan dalam psikologi sosial dan komunikasi interpersonal, kebiasaan sederhana seperti meletakkan ponsel saat berbincang dapat membuat seseorang terlihat jauh lebih menarik di mata lawan bicara.
 
Menarik di sini bukan hanya soal penampilan fisik, melainkan juga bagaimana seseorang dipersepsikan sebagai pribadi yang hangat, percaya diri, cerdas secara emosional, dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (23/7), terdapat enam alasan psikologis mengapa meletakkan ponsel saat berbicara dapat meningkatkan daya tarik seseorang.

1. Memberikan Kesan Bahwa Lawan Bicara Adalah Prioritas

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah merasa dihargai dan diperhatikan. Ketika seseorang meletakkan ponselnya dan memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara, ia secara tidak langsung mengirimkan pesan bahwa orang di depannya lebih penting daripada notifikasi atau media sosial.

Dalam psikologi komunikasi, perhatian penuh atau full attention menciptakan perasaan dihargai. Orang yang merasa dihargai cenderung memiliki kesan positif terhadap lawan bicaranya. Sebaliknya, terus-menerus melirik layar ponsel sering dianggap sebagai bentuk ketidaktertarikan atau kurangnya rasa hormat.

Akibatnya, orang yang fokus mendengarkan akan lebih mudah disukai dan dianggap memiliki kepribadian yang menarik.

2. Kontak Mata Menjadi Lebih Baik dan Membangun Kedekatan

Kontak mata merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kontak mata yang wajar dapat meningkatkan rasa percaya, keakraban, dan koneksi emosional.

Ketika ponsel berada di tangan, perhatian sering terbagi sehingga kontak mata menjadi lebih sedikit. Sebaliknya, saat ponsel disimpan, seseorang lebih mudah mempertahankan interaksi visual yang alami.

Kontak mata yang baik membuat seseorang terlihat lebih percaya diri, tulus, dan hadir sepenuhnya dalam percakapan. Semua kualitas tersebut merupakan karakteristik yang umumnya dianggap menarik oleh banyak orang.

3. Menunjukkan Kecerdasan Emosional yang Tinggi

Kecerdasan emosional bukan hanya tentang memahami emosi diri sendiri, tetapi juga mampu memahami dan menghargai perasaan orang lain.

Orang yang memilih meletakkan ponsel saat berbicara menunjukkan bahwa ia mampu mengendalikan distraksi demi menjaga kualitas hubungan sosial. Hal ini mencerminkan kemampuan mengatur diri (self-regulation) dan empati terhadap lawan bicara.

Dalam psikologi, individu dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih disukai, lebih dipercaya, dan memiliki hubungan sosial yang lebih sehat. Tidak heran jika mereka juga sering dipersepsikan lebih menarik dibandingkan orang yang sulit melepaskan perhatian dari gawainya.

4. Menciptakan Percakapan yang Lebih Bermakna

Percakapan yang berkualitas membutuhkan perhatian, respons yang tepat, dan kemampuan mendengarkan secara aktif.

Ketika ponsel tidak menjadi gangguan, seseorang lebih mudah menangkap ekspresi wajah, intonasi suara, hingga bahasa tubuh lawan bicara. Hal ini membuat respons yang diberikan terasa lebih relevan dan menunjukkan bahwa ia benar-benar mendengarkan.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa percakapan yang mendalam meningkatkan rasa kedekatan antarindividu. Semakin seseorang mampu menciptakan percakapan yang bermakna, semakin tinggi pula kemungkinan ia dipandang sebagai pribadi yang menyenangkan dan menarik.

5. Memberikan Aura Percaya Diri dan Tidak Bergantung pada Validasi Digital

Kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel sering kali diasosiasikan dengan rasa cemas akan ketinggalan informasi atau kebutuhan akan validasi dari dunia digital.

Sebaliknya, orang yang mampu menyimpan ponsel selama percakapan menunjukkan bahwa ia merasa nyaman dengan situasi sosial yang sedang berlangsung. Sikap ini mencerminkan rasa percaya diri dan kemampuan mengendalikan diri.

Dalam psikologi, individu yang menunjukkan kontrol diri biasanya dipersepsikan lebih matang, stabil secara emosional, dan memiliki daya tarik interpersonal yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang mudah terdistraksi.

6. Menumbuhkan Kepercayaan dan Hubungan yang Lebih Kuat

Kepercayaan merupakan fondasi dari setiap hubungan, baik pertemanan, keluarga, maupun hubungan romantis.

Ketika seseorang memberikan perhatian penuh tanpa gangguan dari ponsel, lawan bicara akan merasa lebih aman untuk berbagi cerita dan mengungkapkan perasaannya. Rasa aman inilah yang memperkuat hubungan emosional.

Psikologi hubungan menjelaskan bahwa kualitas perhatian sering kali lebih berpengaruh daripada lamanya waktu bersama. Beberapa menit percakapan yang penuh perhatian dapat memberikan kesan lebih mendalam dibandingkan berjam-jam bersama tetapi terus terganggu oleh ponsel.

Karena itu, orang yang hadir sepenuhnya dalam percakapan sering dianggap lebih hangat, lebih dapat dipercaya, dan tentu saja lebih menarik.

Kesimpulan

Daya tarik seseorang tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik, tetapi juga oleh cara ia memperlakukan orang lain. Meletakkan ponsel saat berbicara adalah kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar terhadap cara orang memandang kita.

Menurut psikologi, kebiasaan ini dapat:

Membuat lawan bicara merasa dihargai.
Meningkatkan kualitas kontak mata.
Menunjukkan kecerdasan emosional.
Menciptakan percakapan yang lebih bermakna.
Memancarkan rasa percaya diri.
Membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih kuat.

Pada akhirnya, menjadi menarik bukan berarti selalu tampil sempurna. Sering kali, daya tarik terbesar justru muncul ketika seseorang mampu memberikan perhatian penuh kepada orang lain. Di tengah dunia yang penuh distraksi digital, kemampuan untuk benar-benar hadir dalam sebuah percakapan merupakan kualitas yang semakin langka sekaligus semakin berharga.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore