
seseorang yang terlalu berusaha menunjukkan kalangan atas / foto: Magnific/naveebird
JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, banyak orang percaya bahwa terlihat berkelas berarti memiliki barang mahal, berbicara dengan cara tertentu, atau menunjukkan status sosial di hadapan orang lain. Namun, menariknya, penelitian psikologi sosial justru menunjukkan bahwa orang yang benar-benar percaya diri dengan status, kemampuan, maupun identitasnya cenderung tidak merasa perlu terus-menerus membuktikannya.
Fenomena ini sering disebut sebagai status signaling—cara seseorang mengirimkan sinyal mengenai posisi sosialnya kepada lingkungan. Ketika dilakukan secara berlebihan, sinyal tersebut justru bisa menghasilkan kesan sebaliknya: terlihat sedang berusaha keras mendapatkan pengakuan.
Perlu dipahami bahwa memiliki barang mewah atau menikmati gaya hidup premium bukanlah sesuatu yang salah. Yang menjadi perhatian psikologi adalah motivasi di balik perilaku tersebut. Apakah seseorang melakukannya karena memang menyukai kualitasnya, atau karena berharap memperoleh validasi dari orang lain?
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/6), terdapat sepuluh kesalahan halus yang sering membuat seseorang tampak "terlalu berusaha" menjadi kalangan atas.
1. Terlalu Sering Menyebut Harga Barang
Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah kebiasaan menyelipkan harga barang dalam percakapan.
Misalnya:
"Jam ini harganya hampir seratus juta."
"Tas ini belinya langsung di luar negeri."
"Mobil ini tipe paling tinggi."
Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan kebutuhan memperoleh pengakuan eksternal. Seseorang berharap nilai dirinya meningkat ketika orang lain mengetahui nilai ekonomis barang yang dimiliki.
Sebaliknya, orang yang benar-benar nyaman dengan dirinya biasanya membiarkan kualitas berbicara sendiri tanpa harus menjelaskan nominalnya.
2. Selalu Ingin Terlihat Eksklusif
Ada orang yang hampir selalu mengatakan:
"Saya tidak suka tempat yang terlalu ramai."
"Saya hanya belanja di tempat tertentu."
"Restoran biasa kurang cocok buat saya."
Padahal belum tentu pernyataan tersebut muncul secara alami.
Psikologi menyebut kecenderungan ini sebagai identity signaling, yaitu usaha membangun citra diri melalui asosiasi dengan sesuatu yang dianggap eksklusif.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
