Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 02.33 WIB

10 Kesalahan Halus yang Menunjukkan Seseorang "Terlalu Berusaha" Menjadi Kalangan Atas Menurut Psikologi

seseorang yang terlalu berusaha menunjukkan kalangan atas / foto: Magnific/naveebird - Image

seseorang yang terlalu berusaha menunjukkan kalangan atas / foto: Magnific/naveebird

JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, banyak orang percaya bahwa terlihat berkelas berarti memiliki barang mahal, berbicara dengan cara tertentu, atau menunjukkan status sosial di hadapan orang lain. Namun, menariknya, penelitian psikologi sosial justru menunjukkan bahwa orang yang benar-benar percaya diri dengan status, kemampuan, maupun identitasnya cenderung tidak merasa perlu terus-menerus membuktikannya.

Fenomena ini sering disebut sebagai status signaling—cara seseorang mengirimkan sinyal mengenai posisi sosialnya kepada lingkungan. Ketika dilakukan secara berlebihan, sinyal tersebut justru bisa menghasilkan kesan sebaliknya: terlihat sedang berusaha keras mendapatkan pengakuan.

Perlu dipahami bahwa memiliki barang mewah atau menikmati gaya hidup premium bukanlah sesuatu yang salah. Yang menjadi perhatian psikologi adalah motivasi di balik perilaku tersebut. Apakah seseorang melakukannya karena memang menyukai kualitasnya, atau karena berharap memperoleh validasi dari orang lain?

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/6), terdapat sepuluh kesalahan halus yang sering membuat seseorang tampak "terlalu berusaha" menjadi kalangan atas.

1. Terlalu Sering Menyebut Harga Barang

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah kebiasaan menyelipkan harga barang dalam percakapan.

Misalnya:

"Jam ini harganya hampir seratus juta."
"Tas ini belinya langsung di luar negeri."
"Mobil ini tipe paling tinggi."

Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan kebutuhan memperoleh pengakuan eksternal. Seseorang berharap nilai dirinya meningkat ketika orang lain mengetahui nilai ekonomis barang yang dimiliki.

Sebaliknya, orang yang benar-benar nyaman dengan dirinya biasanya membiarkan kualitas berbicara sendiri tanpa harus menjelaskan nominalnya.

2. Selalu Ingin Terlihat Eksklusif

Ada orang yang hampir selalu mengatakan:

"Saya tidak suka tempat yang terlalu ramai."
"Saya hanya belanja di tempat tertentu."
"Restoran biasa kurang cocok buat saya."

Padahal belum tentu pernyataan tersebut muncul secara alami.

Psikologi menyebut kecenderungan ini sebagai identity signaling, yaitu usaha membangun citra diri melalui asosiasi dengan sesuatu yang dianggap eksklusif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore