Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 04.15 WIB

7 Frasa yang Digunakan Orang Cerdas Secara Emosional untuk Mengakhiri Argumen dengan Elegan Menurut Psikologi

seseorang yang cerdas secara emosional / foto: Magnific/pressfoto - Image

seseorang yang cerdas secara emosional / foto: Magnific/pressfoto

JawaPos.com - Konflik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Perbedaan pendapat dapat muncul di tempat kerja, dalam keluarga, hubungan pertemanan, maupun hubungan romantis. Namun, yang membedakan seseorang dengan kecerdasan emosional tinggi bukanlah seberapa sering mereka berdebat, melainkan bagaimana mereka mengakhiri perdebatan tersebut tanpa merusak hubungan.

Dalam psikologi, kecerdasan emosional (emotional intelligence) mencakup kemampuan mengenali emosi diri sendiri, memahami emosi orang lain, mengendalikan respons, serta membangun komunikasi yang sehat. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi tidak berusaha memenangkan setiap argumen. Sebaliknya, mereka lebih fokus mencari solusi, menjaga rasa hormat, dan mempertahankan hubungan yang baik.

Salah satu cara yang sering mereka lakukan adalah menggunakan kalimat-kalimat tertentu yang mampu meredakan ketegangan. Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (26/6), terdapat tujuh frasa yang sering digunakan orang cerdas secara emosional untuk mengakhiri argumen dengan elegan menurut perspektif psikologi.

1. "Aku mengerti kenapa kamu merasa seperti itu."

Kalimat ini merupakan bentuk validasi emosional, yaitu mengakui bahwa perasaan lawan bicara adalah nyata dan layak dihargai. Penting untuk dipahami bahwa memahami perasaan seseorang tidak berarti kita harus menyetujui pendapatnya.

Dalam banyak penelitian psikologi komunikasi, seseorang akan lebih terbuka ketika merasa didengarkan. Sebaliknya, jika mereka merasa diabaikan atau disalahkan, respons defensif akan semakin meningkat.

Mengucapkan, "Aku mengerti kenapa kamu merasa seperti itu," dapat menurunkan intensitas emosi sehingga percakapan menjadi lebih rasional.

Mengapa efektif?

Membuat lawan bicara merasa dihargai.
Mengurangi sikap defensif.
Membuka ruang dialog yang lebih sehat.

2. "Mungkin kita melihatnya dari sudut pandang yang berbeda."

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memahami bahwa tidak semua perbedaan harus berakhir dengan kemenangan salah satu pihak.

Kalimat ini menunjukkan bahwa dua orang bisa memiliki pengalaman, nilai, atau informasi yang berbeda sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.

Alih-alih memaksakan pendapat, frasa ini mengajak kedua pihak menerima bahwa perspektif manusia memang beragam.

Manfaat psikologisnya:

Mengurangi pola pikir hitam-putih.
Menumbuhkan empati.
Menghindari konflik yang berkepanjangan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore