
Ilustrasi seseorang yang membenci panggilan telepon (Magnific/Stockking)
JawaPos.com - Di era digital saat ini, panggilan telepon bukan lagi satu-satunya cara untuk berkomunikasi. Pesan teks, email, dan berbagai aplikasi percakapan telah mengubah cara manusia berinteraksi. Menariknya, sebagian orang merasa tidak nyaman menerima atau melakukan panggilan telepon, dan sering kali mereka dianggap tidak ramah, anti sosial, atau kurang komunikatif.
Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi, ketidaksukaan terhadap panggilan telepon tidak selalu merupakan tanda kelemahan sosial. Dalam banyak kasus, orang-orang yang lebih memilih komunikasi tertulis justru menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka cenderung lebih sadar terhadap emosi diri sendiri, menghargai batasan pribadi, dan lebih bijaksana dalam menyampaikan pesan.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (20/6), terdapat delapan alasan mengapa orang yang tidak menyukai panggilan telepon sebenarnya bisa memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik.
1. Mereka Menghargai Ruang Pribadi dan Batasan Diri
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memahami bahwa setiap individu memiliki batasan yang perlu dihormati, termasuk terhadap diri mereka sendiri. Panggilan telepon bersifat mendadak dan menuntut perhatian secara langsung, sehingga sebagian orang merasa kehilangan kendali atas waktu dan fokus mereka.
Alih-alih selalu tersedia setiap saat, mereka memilih bentuk komunikasi yang memungkinkan mereka merespons ketika sudah siap secara mental. Ini bukan berarti mereka tidak peduli, melainkan mereka memahami pentingnya menjaga keseimbangan emosional dan energi pribadi.
2. Mereka Lebih Suka Berpikir Sebelum Berbicara
Komunikasi melalui telepon mengharuskan seseorang memberikan respons secara spontan. Sementara itu, orang yang lebih nyaman dengan pesan teks biasanya senang memproses informasi terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban.
Dalam psikologi, kemampuan untuk berhenti sejenak, mempertimbangkan kata-kata, dan memberikan respons yang tepat merupakan bagian dari regulasi emosi yang baik. Mereka tidak terburu-buru bereaksi dan lebih kecil kemungkinannya mengatakan sesuatu yang disesali kemudian.
3. Mereka Lebih Peka terhadap Kelelahan Mental
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022