
seseorang yang tidak banyak berbagi informasi tentang dirinya / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Di era ketika hampir setiap momen dapat dibagikan dalam hitungan detik, ada sebagian orang yang memilih jalan berbeda. Mereka tidak merasa perlu menceritakan seluruh isi hidupnya kepada orang lain. Bukan karena mereka tertutup, dingin, atau tidak ramah, melainkan karena mereka memiliki batasan yang jelas mengenai apa yang pantas diketahui orang lain dan apa yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri.
Dalam psikologi, kemampuan untuk menjaga privasi sering kali dikaitkan dengan kesadaran diri, kecerdasan emosional, serta kemampuan menetapkan batas yang sehat. Orang-orang seperti ini biasanya tidak mengikuti aturan tertulis, tetapi mereka hidup berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang secara tidak sadar membentuk cara mereka berinteraksi dengan dunia.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (7/6), terdapat delapan aturan tak tertulis yang umumnya dianut oleh orang yang tidak terlalu banyak berbagi informasi tentang dirinya.
1. Tidak Semua Orang Berhak Mengetahui Segalanya
Bagi mereka, kepercayaan adalah sesuatu yang dibangun, bukan diberikan secara otomatis.
Mereka memahami bahwa setiap hubungan memiliki tingkat kedekatan yang berbeda. Karena itu, mereka tidak merasa perlu membuka seluruh kisah hidupnya kepada setiap orang yang ditemui.
Menurut psikologi, individu yang memiliki batasan interpersonal yang sehat cenderung lebih selektif dalam membagikan informasi pribadi. Mereka memahami bahwa kedekatan emosional membutuhkan waktu dan konsistensi.
Bagi mereka, privasi bukanlah bentuk rahasia, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
2. Mereka Lebih Suka Mendengarkan daripada Menjadi Pusat Perhatian
Orang yang tidak banyak membicarakan dirinya biasanya memiliki kemampuan mendengarkan yang baik.
Alih-alih mengarahkan percakapan kembali kepada dirinya, mereka lebih tertarik memahami pengalaman dan sudut pandang orang lain. Hal ini membuat mereka sering dianggap tenang, bijaksana, dan nyaman diajak berbicara.
Psikologi menunjukkan bahwa orang yang memiliki empati tinggi sering kali lebih fokus pada orang lain dibandingkan kebutuhan untuk terus menceritakan dirinya sendiri.
Mereka tidak merasa harus selalu menjadi tokoh utama dalam setiap percakapan.
3. Mereka Percaya Bahwa Kedamaian Lebih Penting daripada Validasi
Banyak orang membagikan pencapaian, masalah, atau kehidupan pribadinya demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
