
seseorang yang merasa tidak percaya diri / psikologi
JawaPos.com - Tidak semua pria yang tampak keras atau dominan sebenarnya memiliki rasa percaya diri yang kuat. Dalam psikologi, seseorang yang merasa identitas atau harga dirinya terancam sering kali menunjukkan respons defensif.
Hal ini juga berlaku pada sebagian pria yang memiliki konsep maskulinitas yang rapuh (fragile masculinity), yaitu ketika mereka merasa harus terus membuktikan bahwa dirinya “cukup jantan” di mata orang lain.
Alih-alih menunjukkan kepercayaan diri yang sehat, mereka justru menggunakan kata-kata tertentu untuk melindungi ego mereka. Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (7/6), terdapat tujuh ungkapan yang sering muncul ketika seorang pria sangat tidak percaya diri dan merasa maskulinitasnya sedang terancam.
1. "Pria sejati tidak melakukan hal seperti itu"
Ungkapan ini biasanya muncul ketika seseorang melihat pria lain melakukan sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan standar maskulinitas tradisional, seperti memasak, menunjukkan emosi, atau menikmati hobi tertentu.
Menurut psikologi, orang yang memiliki identitas diri yang kuat tidak merasa perlu menentukan siapa yang "cukup pria" dan siapa yang tidak. Sebaliknya, mereka yang tidak aman dengan identitasnya cenderung membuat batasan yang kaku agar merasa lebih unggul.
Pernyataan seperti ini sebenarnya lebih mencerminkan ketakutan pribadi daripada definisi tentang kejantanan itu sendiri.
2. "Aku hanya bercanda, jangan terlalu sensitif"
Ketika komentar yang merendahkan atau seksis dipermasalahkan, sebagian pria akan menggunakan kalimat ini sebagai tameng.
Psikolog menyebutnya sebagai bentuk mekanisme pertahanan. Dengan mengklaim bahwa semuanya hanyalah candaan, mereka menghindari tanggung jawab atas perkataan mereka dan berusaha membuat orang lain terlihat berlebihan.
Orang yang percaya diri umumnya mampu menerima kritik dan mengakui kesalahan tanpa merasa harga dirinya runtuh.
3. "Aku tidak butuh bantuan siapa pun"
Kemandirian memang merupakan kualitas positif. Namun, ketika seseorang menolak semua bentuk bantuan hanya demi terlihat kuat, hal itu bisa menjadi tanda rasa tidak aman.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa pria yang menganggap meminta bantuan sebagai kelemahan lebih rentan mengalami stres dan kesulitan mengelola emosi.
Kepercayaan diri sejati justru memungkinkan seseorang untuk mengakui bahwa ia tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022