
Ilustrasi work life balance. (freepik)
JawaPos.com - Di tengah tren burnout massal yang melanda pekerja modern, isu kenyamanan di tempat kerja kian menjadi sorotan utama. Namun, sebuah pernyataan mengejutkan dari seorang pemimpin perusahaan justru memicu perdebatan panas di jagat maya.
Secara terang-terangan, sang pimpinan meminta para perekrut untuk langsung menolak pelamar yang menanyakan Work Life Balance. Sikap kontroversial ini tentu langsung memicu badai kritik, terutama dari kalangan profesional yang selama ini memperjuangkan hak-hak pekerja.
Di era di mana kesehatan mental mulai diprioritaskan, pandangan kuno yang menuntut dedikasi tanpa batas dinilai sudah tidak relevan lagi. Dinamika pasar kerja yang kompetitif pun turut memperkeruh perselisihan antara ego korporasi dan kesejahteraan karyawan.
Bagi sebagian besar pencari kerja, keseimbangan hidup adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi setelah melihat banyak kasus kelelahan ekstrem di kantor. Namun, bagi sebagian pemilik bisnis, permintaan tersebut sering kali disalahartikan sebagai tanda kemalasan atau kurangnya ambisi.
Perbedaan sudut pandang yang tajam ini menciptakan jurang pemisah yang semakin dalam di dunia profesional. Dilansir dari YourTango, fenomena ini mencerminkan konflik batin yang nyata antara hak karyawan untuk hidup bahagia dan tuntutan produktivitas perusahaan yang terkadang tidak realistis.
Ketegangan ini memuncak ketika Scott Kuru, Pendiri dan CEO Freedom Property Investors, secara blak-blakan membagikan pandangan radikalnya melalui sebuah unggahan di platform LinkedIn.
Langkah awal Scott Kuru dalam menyuarakan opininya langsung memancing perhatian publik lewat sebuah kalimat pembuka yang sangat provokatif. Dia menegaskan agar perusahaan tidak pernah mempekerjakan siapa pun yang mencari keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Dia memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak sepenuhnya anti terhadap keselarasan hidup, pernyataan awalnya sudah telanjur memicu kemarahan netizen. Menurut pandangan Kuru, sebagian besar pelamar yang terlalu vokal menuntut kenyamanan waktu luang sebenarnya adalah orang-orang yang tidak memiliki keinginan untuk berkembang.
Dia menilai bahwa fokus utama mereka bukan lagi pada kontribusi maksimal atau peningkatan performa kerja di perusahaan. Sudut pandang ini jelas langsung memicu ketidaksetujuan massal dari para pengguna platform profesional tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022