
seseorang yang lebih beruntung dari kebanyakan orang lain / foto: Magnific/benzoix
JawaPos.com - Banyak orang mengukur keberuntungan dari hal-hal besar: gaji tinggi, rumah mewah, pasangan sempurna, atau liburan mahal. Padahal menurut psikologi, rasa aman, sehat secara emosional, dan hubungan yang stabil sering kali jauh lebih menentukan kualitas hidup seseorang daripada pencapaian yang terlihat dari luar.
Menariknya, ada beberapa kalimat sederhana yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya menunjukkan bahwa seseorang memiliki fondasi mental, emosional, dan sosial yang sangat sehat. Karena terlalu terbiasa mendengarnya, banyak orang menganggap frasa-frasa ini “biasa saja”. Padahal, tidak semua orang tumbuh atau hidup dalam kondisi yang memungkinkan mereka mengucapkannya dengan tenang.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (19/5), jika beberapa frasa berikut terasa normal bagi Anda, ada kemungkinan Anda sebenarnya jauh lebih beruntung daripada yang Anda sadari.
1. “Aku bisa istirahat dulu.”
Bagi sebagian orang, istirahat terasa seperti hak yang wajar. Namun bagi banyak orang lain, beristirahat justru memunculkan rasa bersalah.
Psikologi modern menunjukkan bahwa kemampuan untuk beristirahat tanpa rasa takut sering berkaitan dengan rasa aman secara emosional. Orang yang selalu merasa harus produktif setiap saat biasanya hidup dalam tekanan, kecemasan, atau ketidakstabilan tertentu.
Jika Anda bisa berkata:
“Aku capek, aku mau tidur lebih awal.”
“Aku ambil cuti dulu.”
“Hari ini aku butuh jeda.”
itu menandakan bahwa tubuh dan pikiran Anda memiliki ruang untuk bernapas.
Dalam budaya yang memuja kesibukan, kemampuan untuk berhenti sejenak adalah bentuk keberuntungan yang sering diremehkan.
2. “Aku nggak setuju.”
Banyak orang tumbuh di lingkungan yang membuat mereka takut berbeda pendapat. Mereka belajar bahwa berbicara jujur bisa memicu konflik, hukuman, penolakan, atau rasa malu.
Karena itu, kemampuan untuk mengatakan “aku tidak setuju” dengan tenang adalah tanda bahwa seseorang kemungkinan memiliki:
rasa aman dalam hubungan,
kepercayaan diri yang sehat,
dan lingkungan yang cukup suportif.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa komunikasi yang sehat bukan berarti selalu sepakat, melainkan mampu berbeda tanpa takut kehilangan kasih sayang atau penghargaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022