Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 22.24 WIB

Jika 9 Frasa Ini Terasa “Normal” bagi Anda, Anda Mungkin Lebih Beruntung daripada yang Anda Kira Menurut Psikologi

seseorang yang lebih beruntung dari kebanyakan orang lain / foto: Magnific/benzoix - Image

seseorang yang lebih beruntung dari kebanyakan orang lain / foto: Magnific/benzoix

JawaPos.com - Banyak orang mengukur keberuntungan dari hal-hal besar: gaji tinggi, rumah mewah, pasangan sempurna, atau liburan mahal. Padahal menurut psikologi, rasa aman, sehat secara emosional, dan hubungan yang stabil sering kali jauh lebih menentukan kualitas hidup seseorang daripada pencapaian yang terlihat dari luar.

Menariknya, ada beberapa kalimat sederhana yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari yang sebenarnya menunjukkan bahwa seseorang memiliki fondasi mental, emosional, dan sosial yang sangat sehat. Karena terlalu terbiasa mendengarnya, banyak orang menganggap frasa-frasa ini “biasa saja”. Padahal, tidak semua orang tumbuh atau hidup dalam kondisi yang memungkinkan mereka mengucapkannya dengan tenang.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (19/5), jika beberapa frasa berikut terasa normal bagi Anda, ada kemungkinan Anda sebenarnya jauh lebih beruntung daripada yang Anda sadari.

1. “Aku bisa istirahat dulu.”

Bagi sebagian orang, istirahat terasa seperti hak yang wajar. Namun bagi banyak orang lain, beristirahat justru memunculkan rasa bersalah.

Psikologi modern menunjukkan bahwa kemampuan untuk beristirahat tanpa rasa takut sering berkaitan dengan rasa aman secara emosional. Orang yang selalu merasa harus produktif setiap saat biasanya hidup dalam tekanan, kecemasan, atau ketidakstabilan tertentu.

Jika Anda bisa berkata:

“Aku capek, aku mau tidur lebih awal.”
“Aku ambil cuti dulu.”
“Hari ini aku butuh jeda.”

itu menandakan bahwa tubuh dan pikiran Anda memiliki ruang untuk bernapas.

Dalam budaya yang memuja kesibukan, kemampuan untuk berhenti sejenak adalah bentuk keberuntungan yang sering diremehkan.

2. “Aku nggak setuju.”

Banyak orang tumbuh di lingkungan yang membuat mereka takut berbeda pendapat. Mereka belajar bahwa berbicara jujur bisa memicu konflik, hukuman, penolakan, atau rasa malu.

Karena itu, kemampuan untuk mengatakan “aku tidak setuju” dengan tenang adalah tanda bahwa seseorang kemungkinan memiliki:

rasa aman dalam hubungan,
kepercayaan diri yang sehat,
dan lingkungan yang cukup suportif.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa komunikasi yang sehat bukan berarti selalu sepakat, melainkan mampu berbeda tanpa takut kehilangan kasih sayang atau penghargaan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore