Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 22.03 WIB

Orang yang Mengunci Mobilnya Dua Kali “Hanya untuk Berjaga-jaga” Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengunci mobilnya dua kali (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang mengunci mobilnya dua kali (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Pernah melihat seseorang menekan tombol kunci mobil lebih dari sekali, bahkan sampai memastikan dengan menarik gagang pintu? Sekilas mungkin terlihat berlebihan. Namun dalam psikologi, kebiasaan kecil seperti ini sering kali mencerminkan pola pikir dan karakter yang lebih dalam.

Tindakan “double-checking” seperti mengunci mobil dua kali bukan sekadar kebiasaan acak. Ia bisa menjadi jendela untuk memahami bagaimana seseorang memandang risiko, kontrol, dan rasa aman dalam hidupnya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang melakukan hal ini.

1. Cenderung Berhati-hati Tinggi

Orang yang mengunci mobil dua kali biasanya memiliki tingkat kehati-hatian yang tinggi. Mereka tidak mudah menganggap sesuatu “sudah cukup aman” tanpa verifikasi tambahan.

Bagi mereka, satu langkah ekstra lebih baik daripada menyesal di kemudian hari. Sikap ini sering membuat mereka lebih siap menghadapi situasi tak terduga, meskipun kadang terlihat terlalu waspada.

2. Memiliki Kebutuhan Akan Rasa Kontrol

Kebiasaan ini juga mencerminkan keinginan kuat untuk mengontrol lingkungan sekitar. Dengan memastikan mobil benar-benar terkunci, mereka merasa memiliki kendali atas kemungkinan buruk.

Dalam kehidupan yang penuh ketidakpastian, tindakan kecil seperti ini memberi rasa stabilitas dan kepastian.

3. Rentan terhadap Overthinking Ringan

Mengunci dua kali sering kali berkaitan dengan pikiran seperti: “Bagaimana kalau tadi belum terkunci?” atau “Bagaimana kalau terjadi sesuatu?”

Ini bukan berarti mereka memiliki masalah serius, tetapi menunjukkan kecenderungan berpikir berulang (rumination) dalam skala ringan. Pikiran mereka cenderung mencari celah kemungkinan kesalahan.

4. Perfeksionis dalam Hal Tertentu

Tidak semua aspek hidup mereka harus sempurna, tetapi dalam hal keamanan atau tanggung jawab, mereka bisa sangat teliti.

Mengunci sekali mungkin dianggap “cukup” bagi banyak orang, tetapi bagi mereka, “cukup” belum tentu “pasti benar”. Di sinilah sifat perfeksionis muncul—terutama dalam hal-hal penting.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore