
Ilustrasi seseorang yang kehilangan rasa hormat dari anak-anaknya / Freepik
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak seharusnya berkembang seiring waktu. Ketika anak masih kecil, orang tua menjadi figur otoritas utama. Namun saat anak tumbuh dewasa, hubungan tersebut idealnya berubah menjadi lebih setara—berbasis saling menghormati, bukan sekadar kepatuhan.
Sayangnya, tidak semua orang tua menyadari perubahan ini. Tanpa disadari, beberapa pola perilaku justru membuat anak-anak yang sudah dewasa kehilangan rasa hormat. Dalam perspektif psikologi, ini bukan karena anak “durhaka”, melainkan karena dinamika hubungan yang tidak sehat.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (12/4), terdapat 8 kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua tanpa mereka sadari:
1. Terlalu Mengontrol Kehidupan Anak Dewasa
Banyak orang tua kesulitan melepaskan peran sebagai “pengatur hidup” anak. Mereka masih ingin menentukan pilihan karier, pasangan, bahkan cara hidup anaknya.
Dalam psikologi perkembangan, hal ini disebut overcontrol. Ketika seseorang merasa otonominya tidak dihargai, reaksi alaminya adalah menjauh atau melawan secara emosional.
Dampaknya: Anak merasa tidak dipercaya dan kehilangan respek karena diperlakukan seperti anak kecil.
2. Tidak Mau Mengakui Kesalahan
Sebagian orang tua merasa bahwa posisi mereka selalu benar. Mereka jarang—atau bahkan tidak pernah—meminta maaf kepada anak.
Padahal, dalam hubungan dewasa, kerendahan hati adalah fondasi rasa hormat. Ketika orang tua tidak bisa mengakui kesalahan, anak melihat adanya ketidakseimbangan kekuasaan.
Dampaknya: Anak merasa hubungan tidak adil dan mulai kehilangan penghormatan secara perlahan.
3. Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat Kontrol
Kalimat seperti:
“Mama sudah berkorban banyak untuk kamu…”
“Kamu kok jadi begini sama orang tua?”
Ini adalah bentuk emotional manipulation atau manipulasi emosional.
Dampaknya: Anak mungkin menurut, tapi bukan karena hormat—melainkan karena tekanan. Dalam jangka panjang, ini justru menimbulkan jarak emosional.
4. Tidak Menghargai Batasan (Boundaries)
Anak yang sudah dewasa memiliki kehidupan sendiri—privasi, keputusan, dan batasan pribadi.
Namun, beberapa orang tua:
Terlalu ikut campur
Tidak menghormati privasi
Memaksakan kehadiran atau pendapat
Dalam psikologi, batasan adalah kunci hubungan sehat.
Dampaknya: Pelanggaran batasan membuat anak merasa tidak dihargai sebagai individu dewasa.
5. Terus Mengkritik dan Meremehkan
Kritik yang berlebihan—terutama yang tidak membangun—dapat merusak hubungan.
Contoh:
“Kamu kok masih belum sukses?”
“Dulu mama/papa lebih baik dari kamu.”
Dampaknya: Anak merasa tidak pernah cukup. Rasa hormat berubah menjadi defensif atau bahkan menjauh.
6. Membandingkan dengan Orang Lain
Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau orang lain adalah kesalahan klasik.
Dalam psikologi, ini bisa merusak self-esteem dan hubungan emosional.
Dampaknya: Anak merasa tidak dihargai apa adanya, sehingga sulit mempertahankan rasa hormat terhadap orang tua.
7. Tidak Mau Mendengarkan
Komunikasi yang sehat bukan hanya berbicara, tapi juga mendengar.
Banyak orang tua:
Memotong pembicaraan
Menganggap pendapat anak tidak penting
Selalu ingin “menang”
Dampaknya: Anak merasa suaranya tidak berarti, sehingga hubungan berubah menjadi satu arah.
8. Tidak Beradaptasi dengan Perubahan Peran
Perubahan terbesar dalam hubungan orang tua-anak adalah transisi dari otoritas → kemitraan.
Orang tua yang tidak beradaptasi tetap bersikap seperti:
Bos
Penguasa
Pengambil keputusan utama
Padahal, anak sudah menjadi individu mandiri.
Dampaknya: Anak kehilangan respek karena hubungan terasa tidak realistis dan tidak dewasa.
Penutup
Kehilangan rasa hormat dari anak yang sudah dewasa bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, ini adalah hasil dari pola kecil yang terus berulang selama bertahun-tahun.
Kabar baiknya, hubungan selalu bisa diperbaiki.
Kunci utamanya adalah:
Mau refleksi diri
Menghargai anak sebagai individu dewasa
Membangun komunikasi dua arah
Belajar melepaskan kontrol
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022