Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 01.57 WIB

Hancurnya Komunikasi Karena Asumsi? Mengapa Kita Sering Salah Paham dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Ilustrasi sepasang kekasih yang sedang bertengkar/freepik - Image

Ilustrasi sepasang kekasih yang sedang bertengkar/freepik

JawaPos.com – Mengapa asumsi bisa merusak kualitas komunikasi dalam hubungan maupun pekerjaan? 

Kita sering merasa sudah memahami maksud orang lain, padahal sebenarnya hanya menebak-nebak. Akibatnya, pesan yang sampai berbeda dengan yang dimaksud. 

Awalnya hanya salah tafsir kecil, tapi lama-lama bisa berkembang menjadi konflik, rasa kecewa, bahkan hilangnya kepercayaan.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar pengalaman sehari-hari, tetapi juga tercermin dalam penelitian. 

Sebuah studi menemukan bahwa 85% pemimpin yakin organisasi mereka sudah berkolaborasi dengan baik antar fungsi, namun hanya 41% karyawan yang merasakan hal serupa. 

Artinya, ada jurang besar yang lahir dari asumsi. pemimpin merasa komunikasi berjalan mulus, padahal kenyataannya tidak. 

Dalam hubungan personal, data lain mengungkap bahwa 80% relasi yang rusak akibat asumsi keliru tidak pernah sepenuhnya kembali seperti semula.

Angka-angka ini menunjukkan betapa seriusnya dampak asumsi. Ia bukan hanya mengganggu percakapan sesaat, melainkan dapat merusak fondasi komunikasi jangka panjang. 

Pertanyaannya, mengapa kita begitu mudah terjebak dalam asumsi, dan bagaimana cara menghindarinya?

Simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari sebuah studi oleh Berthet (2022), Linkedin dan Entrepreneur.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore