Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 05.21 WIB

Orang yang Tumbuh Miskin tetapi Menjadi Kaya Seringkali Tidak Bisa Menghilangkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang tumbuh miskin tetapi menjadi kaya / Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang tumbuh miskin tetapi menjadi kaya / Freepik

JawaPos.com - Perjalanan dari kemiskinan menuju kekayaan bukan sekadar perubahan kondisi finansial. Itu adalah transformasi hidup yang dalam—melibatkan cara berpikir, kebiasaan, hingga respons emosional terhadap uang dan keamanan. Menariknya, banyak orang yang berhasil keluar dari kemiskinan tetap membawa “jejak psikologis” dari masa lalu mereka, bahkan setelah menjadi kaya.

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai scarcity mindset imprint—pola pikir kelangkaan yang tertanam kuat sejak lama.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (2/4), terdapat delapan perilaku yang sering sulit dihilangkan oleh orang yang tumbuh miskin, meskipun mereka kini sudah mapan secara finansial.

1. Sulit Merasa “Cukup”

Orang yang tumbuh dalam kekurangan sering kali memiliki ketakutan mendalam akan kehilangan. Akibatnya, meskipun mereka sudah memiliki banyak, mereka tetap merasa belum cukup.

Perasaan ini bukan karena kurang bersyukur, melainkan karena otak mereka sudah terbiasa berada dalam mode “bertahan hidup”. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan chronic insecurity—rasa tidak aman yang terus-menerus.

2. Cenderung Menimbun Uang atau Barang

Alih-alih menikmati kekayaan mereka, sebagian orang justru menjadi sangat hemat atau bahkan pelit terhadap diri sendiri.

Mereka mungkin:

Menunda membeli sesuatu yang sebenarnya mampu mereka beli
Menyimpan uang berlebihan tanpa tujuan jelas
Takut melakukan investasi berisiko

Ini berasal dari pengalaman masa lalu ketika kehilangan sesuatu bisa berarti konsekuensi besar.

3. Rasa Bersalah Saat Menghabiskan Uang

Bagi banyak orang yang dulunya miskin, membelanjakan uang untuk kesenangan pribadi bisa memicu rasa bersalah.

Mereka mungkin berpikir:

“Dulu aku susah, masa sekarang aku boros?”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore