Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2026 | 17.58 WIB

8 Hal yang Dilakukan Orang Kelas Menengah Atas di Toko Swalayan yang Sering Membingungkan Banyak Orang, Menurut Psikologi

seseorang yang membeli barang yang tidak perlu. (Freepik/muqddas65) - Image

seseorang yang membeli barang yang tidak perlu. (Freepik/muqddas65)

JawaPos.com - Di dalam toko swalayan, semua orang tampak melakukan hal yang sama: memilih barang, membandingkan harga, lalu membayar. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, perilaku orang dari kelas sosial tertentu—terutama kelas menengah atas—sering kali terlihat “aneh” atau membingungkan bagi orang lain.

Padahal, di balik perilaku tersebut, ada penjelasan psikologis yang cukup dalam.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 kebiasaan orang kelas menengah atas di swalayan yang sering membuat orang lain bertanya-tanya.

1. Menghabiskan Waktu Lama Hanya untuk Membaca Label

Orang lain mungkin langsung mengambil barang, tapi mereka bisa berdiri lama membaca komposisi, asal produk, hingga nilai nutrisi.

Penjelasan psikologi:
Ini berkaitan dengan need for control dan health consciousness. Mereka terbiasa membuat keputusan berbasis informasi, bukan sekadar harga atau kebiasaan.

2. Tidak Terlalu Peduli Harga, Tapi Sangat Selektif

Mereka jarang terlihat membandingkan harga termurah, tetapi justru sangat teliti memilih kualitas.

Penjelasan psikologi:
Ada konsep value-based decision making. Fokus mereka bukan “murah atau mahal”, tapi “apakah ini sepadan dengan kualitas dan citra diri saya?”

3. Membeli Produk yang Tidak Familiar bagi Banyak Orang

Sering kali mereka mengambil barang yang tidak umum—produk impor, organik, atau brand niche.

Penjelasan psikologi:
Ini terkait dengan identity signaling. Mereka menggunakan pilihan konsumsi untuk menunjukkan identitas, gaya hidup, atau nilai pribadi.

4. Membeli Sedikit Tapi Mahal

Alih-alih troli penuh, mereka bisa hanya membeli beberapa barang—tapi totalnya tetap tinggi.

Penjelasan psikologi:
Mereka cenderung menganut prinsip quality over quantity, yang juga berkaitan dengan mindset kelimpahan (abundance mindset).

5. Tampak Santai dan Tidak Terburu-buru

Saat orang lain ingin cepat selesai, mereka justru berjalan pelan dan menikmati proses.

Penjelasan psikologi:
Ini berhubungan dengan persepsi waktu. Orang dengan sumber daya lebih sering merasa memiliki kontrol atas waktu, sehingga tidak terburu-buru.

6. Sering Mengabaikan Promo Besar

Diskon besar yang menarik perhatian banyak orang justru sering tidak mereka hiraukan.

Penjelasan psikologi:
Mereka lebih kebal terhadap scarcity marketing. Keputusan mereka tidak mudah dipengaruhi oleh tekanan “takut kehabisan”.

7. Mengutamakan Pengalaman, Bukan Sekadar Transaksi

Mereka memperhatikan suasana toko, kebersihan, bahkan pelayanan staf.

Penjelasan psikologi:
Ini terkait dengan hedonic consumption—mereka mencari pengalaman menyenangkan, bukan hanya fungsi barang.

8. Membeli Barang yang “Terlihat Tidak Perlu”

Kadang mereka membeli sesuatu yang bagi orang lain tampak tidak penting atau terlalu mahal untuk fungsi yang sama.

Penjelasan psikologi:
Ada unsur self-reward dan emotional consumption. Barang bukan hanya alat, tapi juga bentuk penghargaan diri atau simbol pencapaian.

Kesimpulan

Perilaku orang kelas menengah atas di swalayan sering terlihat membingungkan karena mereka tidak selalu mengikuti pola umum seperti “hemat”, “cepat”, atau “praktis”.

Namun, jika dilihat dari perspektif psikologi, semua itu masuk akal. Mereka cenderung:

Lebih sadar akan identitas diri
Lebih fokus pada kualitas dan pengalaman
Lebih rasional dalam jangka panjang
Lebih bebas dari tekanan sosial seperti harga atau promo

Pada akhirnya, perbedaan ini bukan soal benar atau salah—melainkan hasil dari pengalaman hidup, lingkungan, dan cara berpikir yang terbentuk dari waktu ke waktu.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore