
Ilustrasi orang introvert saat liburan (Freepik)
JawaPos.com - Suasana liburan bisa menjadi pusaran emosi, terutama bagi para introvert.
Terus-menerus bersosialisasi, tekanan untuk selalu ceria dan bersemangat itu sangat sulit untuk ditangani bagi mereka.
Psikologi mengatakan bahwa para introvert lebih kesulitan dengan aspek-aspek tertentu dari musim liburan dibandingkan yang lain.
Dilansir dari laman Geediting, berikut 7 hal yang paling malas dihadapi para introvert selama liburan.
1. Bersosialisasi
Di mata seorang introvert, acara liburan bisa terasa seperti medan perang.
Menurut psikologi, para introvert mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian.
Tapi liburan itu penuh dengan acara sosial. Mulai dari pertemuan keluarga hingga makan bersama, rasanya seperti ada daftar komitmen sosial yang tak berujung.
2. Berbelanja Oleh-Oleh di Pusat Perbelanjaan yang Ramai
Psikologi mengatakan bahwa introvert lebih sensitif terhadap rangsangan eksternal daripada ekstrovert. Ini berarti mereka mudah kewalahan di lingkungan yang ramai.
Jadi bagi para introvert, berbelanja di tempat yang ramai adalah perjuangan besar saat liburan.
3. Stimulasi Berlebihan
Lampu-lampu yang berkelap-kelip, warna-warna yang cerah, musik liburan yang terus-menerus terdengar, semua itu terlalu berlebihan bagi indra seorang introvert.
Studi menyebut para introvert memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan sensorik.
