Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Maret 2026 | 08.23 WIB

Orang Tua yang Merasa Anak-anak Dewasa Mereka Tidak Mencintai Mereka Biasanya Memiliki 7 Sifat Ini Menurut Psikologi

seseorang yang merasa tidak dicintai anak-anaknya./Freepik/Dragana Stock - Image

seseorang yang merasa tidak dicintai anak-anaknya./Freepik/Dragana Stock

 JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak sering dianggap sebagai hubungan yang paling kuat dalam kehidupan. Banyak orang tua percaya bahwa kasih sayang mereka kepada anak akan selalu dibalas dengan cinta yang sama. Namun, dalam kenyataannya, ketika anak-anak sudah dewasa, dinamika hubungan bisa berubah.

Sebagian orang tua mulai merasa bahwa anak-anak mereka tidak lagi mencintai atau menghargai mereka seperti dulu. Perasaan ini bisa sangat menyakitkan. Mereka mungkin merasa diabaikan, dilupakan, atau tidak dihargai.

Namun menurut psikologi, perasaan ini tidak selalu muncul karena anak-anak benar-benar tidak mencintai orang tua mereka. Terkadang, pola perilaku atau sifat tertentu pada orang tua justru tanpa disadari membuat hubungan menjadi renggang.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (14/3), terdapat tujuh sifat yang sering dimiliki oleh orang tua yang merasa anak-anak dewasa mereka tidak mencintai mereka.

1. Terlalu Mengontrol Kehidupan Anak

Salah satu sifat yang paling sering muncul adalah kecenderungan untuk terus mengontrol kehidupan anak, bahkan ketika anak sudah dewasa.

Beberapa orang tua merasa bahwa mereka tahu yang terbaik untuk anak mereka. Mereka memberi saran tentang pekerjaan, pasangan, cara mengasuh anak, hingga keputusan keuangan. Niatnya memang baik, tetapi jika dilakukan terus-menerus, anak bisa merasa tidak dipercaya untuk mengatur hidupnya sendiri.

Dalam psikologi, orang dewasa memiliki kebutuhan kuat untuk merasa mandiri dan dihargai sebagai individu. Jika orang tua terus mengontrol atau mengkritik keputusan mereka, anak bisa mulai menjaga jarak secara emosional.

Bukan karena mereka tidak mencintai orang tuanya, tetapi karena mereka ingin menjaga batasan yang sehat.

2. Sering Menggunakan Rasa Bersalah (Guilt)

Beberapa orang tua tanpa sadar menggunakan rasa bersalah untuk mendapatkan perhatian atau kedekatan dari anak.

Contohnya seperti mengatakan:

“Dulu ibu sudah berkorban banyak untuk kamu.”

“Sekarang kamu sudah sukses, tapi lupa sama orang tua.”

“Kamu jarang pulang, ibu jadi sedih.”

Kalimat seperti ini mungkin diucapkan karena rasa rindu atau kesepian. Namun jika sering dilakukan, anak bisa merasa tertekan secara emosional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore