
Ilustrasi alarm jam./Pexels
JawaPos.com - Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengapa seseorang tidak bisa langsung bangun ketika alarm terus berbunyi. Kita semua memiliki ritual unik sebelum tidur, tapi ternyata mereka yang membutuhkan beberapa alarm untuk bangun di pagi hari biasanya mengikuti kebiasaan yang sama.
Mengetahui kebiasaan-kebiasaan ini dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas tidur dan rutinitas pagi yang lebih tenang. Ini juga akan membantu kita untuk memperlancar proses bangun tidur.
Dilansir dari Geediting, terdapat enam kebiasaan sebelum tidur yang cenderung dimiliki oleh kebanyakan dari kita yang membutuhkan banyak alarm untuk bengun tidur.
1. Orang yang suka begadang
Banyak dari kita yang suka bangun di malam hari adalah orang yang suka begadang. Menurut penelitian, jam internal tubuh kita, atau ritme sirkadian, diatur untuk tetap terjaga hingga larut malam dan bangun lebih siang di pagi hari.
Psikolog terkenal Carl Jung pernah berkata, “Bandul pikiran bergerak antara akal sehat dan omong kosong, bukan antara benar dan salah.” Ini dapat diartikan bahwa ritme tubuh kita belum tentu benar atau salah, hanya berbeda.
Menjadi orang yang suka begadang bukanlah masalah kecuali jika hal itu berbenturan dengan gaya hidup atau jadwal kerja Anda. Jika Anda terpaksa bangun pagi meskipun secara alami Anda cenderung suka begadang, tidak heran Anda memerlukan beberapa alarm untuk bangun.
2. Daya tarik media sosial atau layar handphone
Banyak pengguna multialarm memiliki kebiasaan mengekspos diri mereka pada perangkat yang memancarkan cahaya biru seperti ponsel pintar, tablet, dan laptop, tepat sebelum tidur.
Paparan ini menipu otak sehingga berpikir bahwa saat itu masih siang hari, sehingga menunda pelepasan melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab untuk tidur.
Psikolog terkenal Albert Bandura pernah berkata, “Agar bisa sukses, orang perlu memiliki rasa percaya diri, berjuang bersama dengan ketahanan untuk menghadapi rintangan dan ketidakadilan hidup yang tak terelakkan.”
Dengan menerapkan kebijaksanaan ini pada kebiasaan tidur kita, jelaslah bahwa kita perlu mengatasi hambatan ini secara langsung. Itu berarti meletakkan perangkat kita setidaknya satu jam sebelum tidur, sehingga tubuh kita dapat mempersiapkan diri untuk tidur secara alami.
3. Ngemil sebelum tidur
Ini adalah kebiasaan lain sebelum tidur yang dilakukan oleh banyak orang yang suka bangun di waktu malam. Entah karena bosan, stres, atau sekadar karena kebiasaan, makan larut malam dapat mengganggu pola tidur kita.
Mengonsumsi makanan, terutama makanan manis atau berkafein, dapat menstimulasi tubuh dan pikiran kita, sehingga kita lebih sulit tertidur dan tetap tertidur.
Psikolog terkenal Abraham Maslow pernah berkata, “Yang diperlukan untuk mengubah seseorang adalah mengubah kesadarannya terhadap dirinya sendiri.
Dalam hal ini, menyadari kebiasaan ngemil larut malam dan memahami bagaimana kebiasaan itu memengaruhi tidur kita adalah langkah pertama menuju perubahan.
4. Jadwal tidur yang tidak konsisten
Salah satu kebiasaan paling umum di antara mereka yang membutuhkan banyak alarm untuk bangun adalah jadwal tidur yang tidak konsisten. Tidur dan bangun pada waktu yang berbeda setiap hari dapat mengganggu jam internal tubuh, sehingga lebih sulit untuk tertidur dan bangun tepat waktu.
Sebuah penelitian menemukan bahwa individu dengan pola tidur tidak teratur lebih mungkin melaporkan kualitas tidur yang buruk, dan lebih mungkin menderita depresi, stres, dan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mempertahankan jadwal tidur yang konsisten, bahkan di akhir pekan, dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan.
5. Bersantai sebelum tidur
Bukan hal yang aneh bagi kita yang membutuhkan beberapa alarm untuk melewatkan periode relaksasi yang penting ini. Kita sering kali melompat ke tempat tidur dengan pikiran yang masih berdengung karena kejadian hari itu, sehingga lebih sulit untuk tertidur.
Psikolog terkenal Sigmund Freud pernah berkata, “Mimpi adalah jalan utama menuju alam bawah sadar.” Hal ini menyoroti pentingnya tidur malam yang baik bagi kesejahteraan mental dan emosional kita.
Dengan menciptakan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan, kita dapat membantu pikiran kita beralih dari alam sadar ke alam bawah sadar, membuka jalan menuju tidur nyenyak dan pagi yang lebih mudah.
6. Tidur panjang
Sebagian dari kita yang kesulitan bangun pagi sebenarnya tidur terlalu lama. Tidur terlalu lama dapat membuat Anda merasa grogi dan lesu, sehingga alarm pagi menjadi semakin sulit berbunyi.
Dr. Daniel Kripke, seorang profesor emeritus bidang psikiatri di UC San Diego, menemukan bahwa “Orang yang tidur antara 6,5 jam dan 7,5 jam per malam, memiliki umur yang lebih panjang, lebih bahagia, dan lebih produktif.”
Dalam kasus ini, memilih untuk percaya bahwa lebih banyak tidur sama dengan istirahat yang lebih baik mungkin lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaatnya.
