
seseorang yang tidak bisa tidur saat cuaca dingin dan berangin. (Freepik/nugrahithaaditya)
JawaPos.com - Tidak semua orang bisa tidur nyenyak ketika cuaca berubah menjadi dingin dan berangin. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut justru membuat tubuh terasa tidak nyaman, pikiran menjadi lebih aktif, dan tidur pun menjadi sulit.
Secara ilmiah, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan suhu tubuh atau faktor fisik semata. Dalam bidang Psikologi, sensitivitas seseorang terhadap perubahan lingkungan sering kali juga berkaitan dengan karakter dan pola kepribadian tertentu.
Orang yang sulit tidur saat cuaca dingin dan berangin biasanya memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap lingkungan sekitar. Sensitivitas ini memengaruhi cara mereka merasakan suhu, suara angin, bahkan perubahan suasana malam hari.
Menariknya, beberapa penelitian tentang kepribadian menunjukkan bahwa ada pola karakter tertentu yang sering muncul pada orang dengan kondisi seperti ini. Dilansir dari SIlicon Canals, terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh mereka.
1. Memiliki Sensitivitas Tinggi terhadap Lingkungan
Ciri pertama adalah memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Orang dengan karakter ini sangat peka terhadap perubahan kecil, seperti suhu yang sedikit lebih dingin, suara angin di luar rumah, atau perubahan cahaya di kamar.
Sensitivitas tersebut membuat tubuh dan pikiran mereka lebih sulit untuk “tenang” ketika kondisi sekitar tidak terasa ideal. Akibatnya, tidur menjadi lebih sulit dibandingkan orang lain yang lebih mudah beradaptasi.
2. Cenderung Overthinking di Malam Hari
Banyak orang yang sulit tidur saat cuaca dingin dan berangin juga memiliki kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking. Saat suasana malam menjadi sunyi dan dingin, pikiran mereka justru menjadi lebih aktif.
Mereka sering memikirkan berbagai hal—mulai dari pekerjaan, rencana masa depan, hingga hal-hal kecil yang terjadi sepanjang hari. Aktivitas mental yang tinggi ini membuat otak tetap “terjaga” sehingga proses tidur menjadi tertunda.
3. Memiliki Imajinasi yang Kuat
Orang dengan imajinasi tinggi sering kali lebih peka terhadap suasana malam yang sepi, dingin, dan berangin. Suara angin atau perubahan suasana bisa memicu berbagai gambaran dalam pikiran mereka.
Karakter ini biasanya dimiliki oleh orang yang kreatif, seperti penulis, seniman, atau individu yang memiliki kemampuan berpikir abstrak yang kuat. Namun di sisi lain, imajinasi yang aktif juga bisa membuat pikiran terus bekerja saat seharusnya tubuh beristirahat.
4. Mudah Merasakan Kecemasan Ringan
Beberapa orang yang sulit tidur saat cuaca dingin juga memiliki kecenderungan mengalami kecemasan ringan. Suasana malam yang sunyi dan udara yang dingin terkadang membuat pikiran menjadi lebih waspada.
Dalam dunia Psikologi Kepribadian, hal ini sering dikaitkan dengan tingkat kewaspadaan mental yang lebih tinggi. Orang dengan karakter ini biasanya lebih berhati-hati, lebih banyak mempertimbangkan risiko, dan cenderung memikirkan berbagai kemungkinan sebelum tidur.
5. Sangat Perasa dan Empatik
Ciri berikutnya adalah memiliki sifat yang sangat perasa dan empatik. Mereka biasanya mudah memahami perasaan orang lain dan memiliki kepekaan emosional yang tinggi.
Kepekaan emosional ini membuat sistem saraf mereka juga lebih responsif terhadap rangsangan eksternal, termasuk perubahan suhu dan suara lingkungan. Karena itu, tubuh mereka membutuhkan kondisi yang benar-benar nyaman sebelum bisa tidur dengan tenang.
6. Memiliki Rutinitas Tidur yang Spesifik
Orang yang sulit tidur saat cuaca dingin sering kali memiliki kebiasaan atau ritual tertentu sebelum tidur. Misalnya harus menggunakan selimut tertentu, mengatur suhu ruangan, atau memastikan kamar benar-benar tenang.
Jika kondisi tersebut berubah—misalnya karena angin kencang atau udara terlalu dingin—mereka menjadi lebih sulit memasuki fase tidur. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kebutuhan akan kenyamanan dan stabilitas yang cukup tinggi.
7. Perfeksionis terhadap Kenyamanan
Ciri terakhir yang sering muncul adalah kecenderungan perfeksionis terhadap kenyamanan. Mereka ingin segala sesuatu terasa “pas” sebelum tidur: suhu yang ideal, posisi tidur yang nyaman, dan suasana yang tenang.
Karakter ini sebenarnya tidak selalu negatif. Justru banyak orang dengan sifat seperti ini dikenal teliti, terorganisir, dan memiliki standar tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
