Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Maret 2026 | 22.54 WIB

Orang yang Tidak Bisa Tidur Saat Cuaca Dingin dan Berangin Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak bisa tidur saat cuaca dingin dan berangin. (Freepik/nugrahithaaditya) - Image

seseorang yang tidak bisa tidur saat cuaca dingin dan berangin. (Freepik/nugrahithaaditya)


JawaPos.com - Tidak semua orang bisa tidur nyenyak ketika cuaca berubah menjadi dingin dan berangin. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut justru membuat tubuh terasa tidak nyaman, pikiran menjadi lebih aktif, dan tidur pun menjadi sulit.

Secara ilmiah, kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan suhu tubuh atau faktor fisik semata. Dalam bidang Psikologi, sensitivitas seseorang terhadap perubahan lingkungan sering kali juga berkaitan dengan karakter dan pola kepribadian tertentu.

Orang yang sulit tidur saat cuaca dingin dan berangin biasanya memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap lingkungan sekitar. Sensitivitas ini memengaruhi cara mereka merasakan suhu, suara angin, bahkan perubahan suasana malam hari.

Menariknya, beberapa penelitian tentang kepribadian menunjukkan bahwa ada pola karakter tertentu yang sering muncul pada orang dengan kondisi seperti ini. Dilansir dari SIlicon Canals, terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh mereka.

1. Memiliki Sensitivitas Tinggi terhadap Lingkungan


Ciri pertama adalah memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Orang dengan karakter ini sangat peka terhadap perubahan kecil, seperti suhu yang sedikit lebih dingin, suara angin di luar rumah, atau perubahan cahaya di kamar.

Sensitivitas tersebut membuat tubuh dan pikiran mereka lebih sulit untuk “tenang” ketika kondisi sekitar tidak terasa ideal. Akibatnya, tidur menjadi lebih sulit dibandingkan orang lain yang lebih mudah beradaptasi.

2. Cenderung Overthinking di Malam Hari


Banyak orang yang sulit tidur saat cuaca dingin dan berangin juga memiliki kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking. Saat suasana malam menjadi sunyi dan dingin, pikiran mereka justru menjadi lebih aktif.

Mereka sering memikirkan berbagai hal—mulai dari pekerjaan, rencana masa depan, hingga hal-hal kecil yang terjadi sepanjang hari. Aktivitas mental yang tinggi ini membuat otak tetap “terjaga” sehingga proses tidur menjadi tertunda.

3. Memiliki Imajinasi yang Kuat

Orang dengan imajinasi tinggi sering kali lebih peka terhadap suasana malam yang sepi, dingin, dan berangin. Suara angin atau perubahan suasana bisa memicu berbagai gambaran dalam pikiran mereka.

Karakter ini biasanya dimiliki oleh orang yang kreatif, seperti penulis, seniman, atau individu yang memiliki kemampuan berpikir abstrak yang kuat. Namun di sisi lain, imajinasi yang aktif juga bisa membuat pikiran terus bekerja saat seharusnya tubuh beristirahat.

4. Mudah Merasakan Kecemasan Ringan

Beberapa orang yang sulit tidur saat cuaca dingin juga memiliki kecenderungan mengalami kecemasan ringan. Suasana malam yang sunyi dan udara yang dingin terkadang membuat pikiran menjadi lebih waspada.

Dalam dunia Psikologi Kepribadian, hal ini sering dikaitkan dengan tingkat kewaspadaan mental yang lebih tinggi. Orang dengan karakter ini biasanya lebih berhati-hati, lebih banyak mempertimbangkan risiko, dan cenderung memikirkan berbagai kemungkinan sebelum tidur.

5. Sangat Perasa dan Empatik


Ciri berikutnya adalah memiliki sifat yang sangat perasa dan empatik. Mereka biasanya mudah memahami perasaan orang lain dan memiliki kepekaan emosional yang tinggi.

Kepekaan emosional ini membuat sistem saraf mereka juga lebih responsif terhadap rangsangan eksternal, termasuk perubahan suhu dan suara lingkungan. Karena itu, tubuh mereka membutuhkan kondisi yang benar-benar nyaman sebelum bisa tidur dengan tenang.

6. Memiliki Rutinitas Tidur yang Spesifik


Orang yang sulit tidur saat cuaca dingin sering kali memiliki kebiasaan atau ritual tertentu sebelum tidur. Misalnya harus menggunakan selimut tertentu, mengatur suhu ruangan, atau memastikan kamar benar-benar tenang.

Jika kondisi tersebut berubah—misalnya karena angin kencang atau udara terlalu dingin—mereka menjadi lebih sulit memasuki fase tidur. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kebutuhan akan kenyamanan dan stabilitas yang cukup tinggi.

7. Perfeksionis terhadap Kenyamanan

Ciri terakhir yang sering muncul adalah kecenderungan perfeksionis terhadap kenyamanan. Mereka ingin segala sesuatu terasa “pas” sebelum tidur: suhu yang ideal, posisi tidur yang nyaman, dan suasana yang tenang.

Karakter ini sebenarnya tidak selalu negatif. Justru banyak orang dengan sifat seperti ini dikenal teliti, terorganisir, dan memiliki standar tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan


Sulit tidur saat cuaca dingin dan berangin bukanlah hal yang aneh. Bagi sebagian orang, kondisi ini berkaitan dengan sensitivitas tubuh sekaligus karakter kepribadian mereka.

Dari sudut pandang Psikologi, orang yang mengalami hal tersebut sering memiliki sifat seperti sensitif terhadap lingkungan, cenderung overthinking, memiliki imajinasi kuat, mudah cemas, sangat empatik, memiliki rutinitas tidur tertentu, serta perfeksionis terhadap kenyamanan.

Memahami karakter diri sendiri dapat membantu kita menemukan cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tidur, seperti menciptakan suasana kamar yang lebih hangat, melakukan relaksasi sebelum tidur, atau mengurangi aktivitas mental di malam hari.

Dengan begitu, tidur yang nyenyak tetap bisa didapatkan meskipun cuaca di luar terasa dingin dan berangin.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore