Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Maret 2026 | 19.51 WIB

Orang-Orang yang Menua Tanpa Rasa Pahit Meski Hidupnya Sulit Biasanya Membuat 8 Keputusan Tenang Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menua tanpa rasa pahit ( Freepik/lucigerma) - Image

seseorang yang menua tanpa rasa pahit ( Freepik/lucigerma)

JawaPos.com - Hidup tidak selalu berjalan mulus. Banyak orang menghadapi kegagalan, kehilangan, pengkhianatan, dan masa-masa yang sangat berat. Namun menariknya, tidak semua orang yang melewati kesulitan hidup menjadi pahit, sinis, atau penuh penyesalan ketika mereka menua.

Sebaliknya, ada orang-orang yang justru semakin tenang, bijaksana, dan hangat seiring bertambahnya usia. Mereka pernah mengalami masa sulit—bahkan mungkin sangat berat—tetapi mereka tidak membiarkan pengalaman tersebut merusak cara mereka memandang hidup.

Psikologi menunjukkan bahwa perbedaan ini bukan sekadar soal keberuntungan atau kondisi hidup. Banyak dari orang-orang yang menua dengan damai sebenarnya membuat serangkaian keputusan kecil namun sangat penting sepanjang hidup mereka.

Keputusan-keputusan ini sering kali tidak dramatis. Mereka tenang, sederhana, dan sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Namun dampaknya sangat besar terhadap kesehatan mental dan cara seseorang memandang dunia.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan keputusan tenang yang biasanya dibuat oleh orang-orang yang menua tanpa rasa pahit, bahkan setelah menjalani hidup yang penuh tantangan.

1. Mereka Memilih Menerima Hal yang Tidak Bisa Diubah

Salah satu sumber terbesar kepahitan adalah terus memikirkan hal-hal yang tidak bisa diubah: masa lalu, kesalahan lama, atau keputusan orang lain.

Orang yang menua dengan damai memahami satu prinsip psikologis penting: tidak semua hal berada dalam kendali kita.

Alih-alih terus bertanya “Mengapa ini terjadi padaku?”, mereka beralih pada pertanyaan yang lebih sehat:

“Apa yang bisa aku lakukan sekarang?”

Penerimaan bukan berarti menyerah. Ini berarti berhenti menghabiskan energi untuk melawan kenyataan yang sudah terjadi.

Dengan menerima, mereka membuka ruang untuk melangkah maju.

2. Mereka Tidak Menjadikan Penderitaan Sebagai Identitas

Banyak orang tanpa sadar menjadikan luka masa lalu sebagai bagian dari identitas mereka.

Mereka terus menceritakan kisah hidup dengan pola yang sama:
“Dulu aku diperlakukan tidak adil…”
“Aku selalu jadi korban…”

Orang yang menua tanpa kepahitan memilih pendekatan berbeda.

Mereka mengakui rasa sakit yang pernah dialami, tetapi mereka tidak membiarkan pengalaman tersebut mendefinisikan siapa mereka.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kemampuan memisahkan pengalaman dari identitas diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore