Ilustrasi orang sukses secara finansial (freepik)
JawaPos.com - Banyak orang mengira kesuksesan karier di usia muda hanya milik mereka yang jenius atau punya koneksi orang dalam. Namun, CEO Amazon Andy Jassy justru membongkar sebuah "rahasia" yang terdengar sangat sederhana namun sering disepelekan oleh para profesional muda.
Bukan soal skor IQ atau gelar dari universitas bergengsi, Jassy menekankan bahwa kunci utama untuk menaklukkan dunia kerja di usia 20-an adalah sikap positif. Hal ini ia sampaikan sebagai refleksi bagi mereka yang sedang merintis karier di tengah persaingan global yang semakin ketat.
1. Rahasia "Memalukan" di Balik Kesuksesan Usia Muda
Andy Jassy menyebut sikap positif sebagai "rahasia memalukan" karena saking sederhananya, banyak orang sering melupakan hal ini. Di dunia yang terobsesi dengan strategi rumit dan data, sikap mental seringkali dianggap sebagai faktor sekunder, padahal justru inilah yang menjadi pembeda utama.
Menurut Jassy, cara seseorang memandang hidup, tantangan, dan kegagalan sering kali jauh lebih berpengaruh dibandingkan seberapa pintar atau seberapa hebat latar belakang pendidikannya. Ia percaya bahwa energi yang dibawa seseorang ke dalam ruangan dapat membuka pintu peluang bahkan sebelum kemampuan teknis mereka teruji sepenuhnya.
"Sikap positif dianggap mampu membuka banyak pintu, bahkan sebelum seseorang benar-benar siap secara teknis," kata Jassy.
Hal ini menjadi pengingat bahwa di fase awal karier, kemauan untuk belajar dan pembawaan diri sering kali lebih dihargai daripada keahlian yang sudah matang namun kaku.
2. Definisi Sikap Positif: Bukan Sekadar "Always Happy"
Jassy memberikan catatan penting bahwa bersikap positif bukan berarti menutup mata dari masalah atau terus-menerus tersenyum palsu. Fokus utamanya adalah pada cara seseorang merespons tekanan dan bangkit dari kegagalan yang pasti terjadi di masa muda.
Seseorang dengan sikap positif, menurutnya, cenderung tidak mudah menyerah. Mereka melihat kegagalan sebagai bahan belajar, bukan sebagai akhir segalanya. Pola pikir ini sangat krusial di usia 20-an, di mana fase ini biasanya dipenuhi oleh kebingungan dan proses pencarian jati diri yang melelahkan.
Ia menegaskan bahwa banyak peluang besar datang bukan karena seseorang menjadi yang paling pintar, melainkan karena mereka menunjukkan energi yang baik dan tidak takut salah. Sikap seperti inilah yang membuat atasan atau rekan kerja lebih mudah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab baru.
3. Adaptasi dan Rasa Ingin Tahu Sebagai Bahan Bakar
Selain mentalitas yang kuat, CEO raksasa teknologi ini juga menggarisbawahi pentingnya rasa ingin tahu yang tak terbatas. Dunia kerja modern bergerak sangat dinamis, sehingga mereka yang merasa "sudah tahu segalanya" justru akan paling cepat tertinggal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
