Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Februari 2026 | 01.13 WIB

Orang yang Masih Terlihat Energik di Usia 70-an Biasanya Mengikuti 8 Kebiasaan Harian yang Sering Diremehkan ini Menurut Psikologi

seseorang yang terlihat energik di usia tua

 
JawaPos.com - Menurut psikologi, usia hanyalah angka — tetapi kebiasaan harian adalah penentu utama kualitas energi seseorang. Tidak sedikit orang berusia 70-an yang masih terlihat segar, aktif, dan penuh semangat. Mereka bukan sekadar “beruntung secara genetik”. Dalam banyak kasus, ada pola perilaku konsisten yang mereka jalani selama bertahun-tahun.

Berbagai teori dalam psikologi perkembangan, seperti dari Erik Erikson dan konsep successful aging dari Paul Baltes, menunjukkan bahwa penuaan yang sehat sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, pola pikir, serta keterlibatan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (20/2), terdapat 8 kebiasaan harian yang sering diremehkan, tetapi menurut psikologi sangat berpengaruh pada energi dan vitalitas di usia 70-an.
 
Baca Juga: Jika Anda Mengatur Kehidupan Online Anda Tetapi Membiarkan Kehidupan Nyata Anda Berantakan, Anda Menunjukkan 8 Tanda Ini Menurut Psikologi

1. Tetap Bergerak Setiap Hari (Meski Hanya Ringan)


Orang yang energik di usia lanjut jarang benar-benar “diam”. Mereka mungkin tidak lagi lari maraton, tetapi mereka berjalan kaki, berkebun, membersihkan rumah, atau melakukan peregangan ringan.

Dalam psikologi kesehatan, aktivitas fisik ringan yang konsisten terbukti:

Meningkatkan produksi endorfin

Menjaga fungsi kognitif

Mengurangi risiko depresi

Kuncinya bukan intensitas, melainkan konsistensi.

2. Menjaga Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu membuat otak tetap aktif. Banyak lansia yang energik masih:

Membaca buku

Belajar hal baru

Mengikuti perkembangan teknologi

Berdiskusi tentang isu terkini

Konsep growth mindset yang dipopulerkan oleh Carol Dweck menunjukkan bahwa orang yang percaya dirinya masih bisa berkembang cenderung lebih tangguh secara mental.

Otak yang terus distimulasi akan memperlambat penurunan fungsi kognitif.

3. Memiliki Rutinitas Pagi yang Positif


Kebiasaan sederhana seperti:

Bangun di jam yang sama

Terkena sinar matahari pagi

Sarapan teratur

Melakukan refleksi atau doa

Rutinitas menciptakan rasa kontrol dan stabilitas psikologis. Orang yang merasa hidupnya terstruktur cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah.

4. Tetap Bersosialisasi


Salah satu prediktor terbesar penuaan yang sehat adalah hubungan sosial yang kuat. Penelitian longitudinal terkenal dari Harvard University tentang Adult Development Study menunjukkan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada kekayaan atau ketenaran dalam menentukan kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang.

Lansia yang energik biasanya:

Aktif di komunitas

Berkumpul dengan teman sebaya

Menjaga hubungan keluarga

Kesepian kronis terbukti mempercepat penurunan kesehatan fisik dan mental.

5. Tidak Terlalu Terpaku pada Masa Lalu


Secara psikologis, mereka yang terlihat segar di usia 70-an cenderung:

Menerima masa lalu

Tidak terjebak penyesalan

Fokus pada apa yang masih bisa dilakukan

Dalam tahap perkembangan terakhir menurut Erik Erikson, individu menghadapi konflik antara integrity vs despair. Mereka yang mencapai integrity menerima hidupnya dengan damai — dan ini berdampak besar pada energi emosional.

6. Mengelola Stres dengan Sederhana

Mereka tidak menghindari masalah, tetapi tidak pula membesar-besarkannya. Kebiasaan kecil seperti:

Bernapas dalam saat emosi memuncak

Berjalan sebentar ketika pikiran penuh

Tidak terlalu memikirkan opini orang lain

Pengelolaan stres yang baik menjaga kadar kortisol tetap stabil, yang berdampak langsung pada vitalitas tubuh.

7. Merasa Diri Masih Dibutuhkan


Psikologi eksistensial menekankan pentingnya makna hidup. Pemikir seperti Viktor Frankl dalam bukunya Man's Search for Meaning menegaskan bahwa manusia membutuhkan tujuan untuk bertahan secara mental.

Orang berusia 70-an yang energik sering kali:

Masih membantu keluarga

Menjadi mentor

Aktif dalam kegiatan sosial

Merawat cucu atau komunitas

Merasa “berguna” meningkatkan hormon kebahagiaan dan menurunkan risiko depresi.

8. Menjaga Pola Pikir Positif (Tanpa Mengabaikan Realita)


Optimisme realistis berbeda dengan menyangkal kenyataan. Mereka tahu tubuh menua, tetapi tidak menjadikan usia sebagai alasan untuk berhenti hidup aktif.

Psikologi positif, yang dipelopori oleh Martin Seligman, menunjukkan bahwa pola pikir optimis berhubungan dengan:

Sistem imun lebih kuat

Risiko penyakit kronis lebih rendah

Umur lebih panjang

Kesimpulan

Energi di usia 70-an bukan hasil kebetulan. Ia adalah akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari — sering kali terlihat sederhana dan bahkan diremehkan.

Orang yang tetap energik di usia lanjut biasanya:

Bergerak secara konsisten

Terus belajar

Bersosialisasi

Mengelola stres

Memiliki tujuan hidup

Menerima diri dengan damai

Psikologi menunjukkan bahwa penuaan yang sehat bukan hanya soal tubuh, tetapi juga pola pikir dan kebiasaan harian.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore