Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Januari 2026 | 02.36 WIB

Orang yang Mendorong Troli Belanja ke Pinggir Lorong agar Orang Lain Bisa Lewat Memiliki 7 Ciri Kepribadian Unik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mendorong troli di pinggir./Freepik/freepik - Image

seseorang yang mendorong troli di pinggir./Freepik/freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda memperhatikan hal kecil saat berada di supermarket? Di tengah lorong yang sempit dan ramai, ada orang yang dengan sigap mendorong troli belanjanya ke pinggir agar orang lain bisa lewat tanpa harus meminta.

Sekilas terlihat sepele, namun menurut psikologi, tindakan kecil seperti ini sering kali mencerminkan pola kepribadian yang cukup mendalam.

Psikologi sosial dan kepribadian menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari—terutama yang dilakukan tanpa diminta—sering kali merupakan refleksi dari nilai, empati, dan cara seseorang memandang dunia.

Orang yang secara spontan memberi ruang bagi orang lain di lorong belanja umumnya memiliki ciri-ciri kepribadian tertentu yang cukup konsisten dalam kehidupan mereka.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (25/1), terdapat tujuh ciri kepribadian unik yang sering dimiliki oleh orang-orang tersebut menurut sudut pandang psikologi.

1. Tingkat Empati yang Tinggi

Ciri paling menonjol adalah empati. Orang ini mampu menempatkan diri pada posisi orang lain tanpa harus diberi isyarat atau permintaan langsung. Saat melihat orang lain kesulitan lewat, otak mereka secara otomatis memproses kebutuhan orang tersebut.

Dalam psikologi, empati berkaitan dengan kemampuan membaca emosi dan situasi sosial. Individu dengan empati tinggi cenderung peka terhadap ketidaknyamanan kecil sekalipun, termasuk lorong belanja yang terhalang troli.

2. Kesadaran Sosial yang Kuat

Mendorong troli ke pinggir lorong menunjukkan kesadaran bahwa mereka bukan satu-satunya orang di ruang tersebut. Ini disebut sebagai social awareness—kemampuan memahami dinamika sosial dan dampak perilaku pribadi terhadap orang lain.

Orang dengan kesadaran sosial tinggi biasanya mudah beradaptasi di lingkungan baru, jarang bersikap egois, dan memahami aturan tidak tertulis dalam masyarakat.

3. Orientasi pada Kerja Sama, Bukan Kompetisi

Alih-alih menganggap lorong belanja sebagai “wilayah pribadi”, mereka melihatnya sebagai ruang bersama. Dalam psikologi kepribadian, ini berkaitan dengan sifat kooperatif.

Orang-orang ini cenderung lebih nyaman bekerja dalam tim, menghargai kolaborasi, dan tidak merasa perlu “menang” dalam setiap situasi kecil. Memberi jalan bagi orang lain bukan dianggap sebagai kekalahan, melainkan sebagai hal wajar.

4. Kendali Diri yang Baik

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore