
seseorang yang tidak memiliki teman dekat./Freepik/TriangleProd
JawaPos.com - Tidak semua orang yang hidup tanpa lingkaran pertemanan yang erat adalah pribadi yang dingin, antisosial, atau sulit didekati.
Justru dalam banyak kasus, mereka adalah orang-orang berhati baik, penuh empati, dan tulus dalam memperlakukan orang lain.
Namun, ada paradoks menarik yang sering dibahas dalam psikologi sosial: mengapa orang yang baik justru kerap sendirian?
Psikologi memandang bahwa kebaikan hati tidak selalu berbanding lurus dengan kedekatan emosional.
Ada pola-pola perilaku halus—sering kali tidak disadari—yang membuat seseorang sulit membangun atau mempertahankan teman dekat, meskipun niatnya selalu baik.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (18/1), terdapat tujuh perilaku yang kerap muncul pada pribadi berhati baik tetapi tidak memiliki teman dekat, menurut sudut pandang psikologi.
1. Terlalu Mandiri Secara Emosional
Orang berhati baik sering belajar untuk “tidak merepotkan orang lain”. Mereka menahan cerita, menyimpan kesedihan, dan menyelesaikan masalah sendiri. Dalam psikologi, ini disebut emotional self-reliance yang berlebihan.
Tanpa disadari, sikap ini menciptakan jarak. Orang lain merasa tidak dibutuhkan, tidak dipercaya, atau tidak diberi ruang untuk hadir secara emosional. Padahal, kedekatan sering tumbuh justru dari saling berbagi kerentanan, bukan dari kesempurnaan.
2. Lebih Sering Menjadi Pendengar daripada Pencerita
Mereka adalah pendengar yang luar biasa. Selalu ada saat orang lain ingin curhat, mengeluh, atau mencari nasihat. Namun, ketika giliran mereka yang seharusnya bercerita, topik segera dialihkan atau ditutup dengan kalimat singkat.
Psikologi relasi menunjukkan bahwa hubungan yang seimbang membutuhkan pertukaran emosional dua arah. Ketika seseorang terus-menerus berada di posisi “penampung cerita”, hubungan terasa hangat tetapi dangkal, bukan dekat.
3. Takut Membebani Orang Lain dengan Masalah Pribadi
Banyak orang berhati baik memiliki keyakinan bawah sadar bahwa masalah mereka tidak sepenting masalah orang lain. Mereka khawatir dianggap drama, lemah, atau mengganggu.
Ironisnya, ketakutan ini justru menghambat kedekatan. Dalam psikologi, keterikatan emosional terbentuk ketika seseorang merasa dipercaya untuk mengetahui sisi rapuh orang lain. Tanpa itu, hubungan berhenti di permukaan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
