Ilustrasi kebiasaan posting generasi boomer di media sosial yang bikin anak dewasa salah tingkah (freepik)
JawaPos.com - Media sosial menjadi jembatan penting bagi banyak orang tua untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan posting di media sosial justru membuat anak-anak mereka yang sudah dewasa merasa malu, canggung, bahkan ingin menghilang sejenak dari linimasa.
Bukan karena tidak sayang, tetapi karena apa yang dibagikan terasa terlalu berlebihan, tidak pantas, atau salah tempat.
Dilansir dari Global English Editing, Sabtu (10/01), ada sejumlah pola posting khas generasi boomer yang sering membuat anak-anak mereka mengelus dada setiap kali muncul di feed.
Mengabarkan kondisi kesehatan memang wajar. Tapi menceritakan secara rinci soal hasil kolonoskopi, masalah pencernaan, atau prosedur medis di media sosial bisa membuat siapa pun yang membacanya merasa tidak nyaman.
Cukup tulis singkat, seperti: “Baru cek kesehatan, semua baik.” Sisanya lebih baik dibicarakan secara pribadi dengan orang yang benar-benar ingin tahu.
Kalimat seperti, “Ada saja orang yang tidak tahu berterima kasih…” tanpa menyebut siapa, justru membuat semua orang gelisah.
Anak-anak akan bertanya-tanya apakah itu ditujukan pada mereka. Jika ada masalah, lebih baik dibicarakan langsung, bukan disebarkan dalam bentuk sindiran misterius di media sosial.
Postingan seperti, “Bagikan ini kalau cinta Tuhan, abaikan kalau mau sial tujuh tahun,” sering beredar di media sosial dan membuat anak-anak merasa orang tua mereka terlalu mudah percaya.
Ini bukan hanya mengganggu, tapi juga bisa menyebarkan hoaks dan ketakutan yang tidak perlu.
Memamerkan kebahagiaan pernikahan boleh saja, tapi jika sampai ke detail yang terlalu intim di media sosial, anak-anak justru merasa risih.
Ucapan ulang tahun pernikahan dengan foto yang manis sudah cukup, tanpa perlu menceritakan hal-hal pribadi yang seharusnya tetap privat.
Mulai dari kabar artis meninggal padahal masih hidup, hingga isu aplikasi media sosial akan berbayar, sering kali dibagikan tanpa dicek kebenarannya.
Anak-anak yang terbiasa memverifikasi informasi akan merasa malu ketika melihat orang tua mereka menyebarkan kabar palsu di media sosial.
Saat anak memposting foto liburan di media sosial, lalu orang tua membalas dengan pesan panjang tentang keluarga, nasihat hidup, atau pengingat ke dokter, semua itu terlihat oleh teman dan kolega anak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022