
seseorang yang merasa lega karena tahun baru telah usai ./Freepik/sevendeman
JawaPos.com - Pergantian tahun sering dipenuhi euforia. Kembang api, resolusi, unggahan motivasi, dan harapan baru membanjiri ruang publik maupun media sosial. Namun, tidak semua orang merayakannya dengan antusias.
Sebagian justru menarik napas panjang dan merasa lega ketika hiruk-pikuk tahun baru akhirnya berakhir.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (3/1), jika Anda termasuk orang yang merasakan kelegaan itu—bukan sedih, bukan apatis, tetapi sebuah rasa “akhirnya selesai”—psikologi melihatnya bukan sebagai hal negatif.
Justru, ada sejumlah ciri kepribadian dan pola pikir tertentu yang sering dimiliki orang-orang seperti ini. Berikut tujuh ciri khasnya.
1. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi (High Self-Awareness)
Secara psikologis, rasa lega setelah tahun baru berlalu sering muncul pada individu dengan kesadaran diri yang baik. Anda memahami bahwa energi emosional Anda terbatas. Keramaian, tuntutan sosial, dan ekspektasi kolektif saat pergantian tahun terasa menguras, bukan membangun.
Orang dengan self-awareness tinggi tidak memaksakan diri untuk merasa “harus bahagia” hanya karena kalender berganti. Anda lebih jujur pada perasaan sendiri, dan kelegaan itu muncul karena Anda akhirnya bisa kembali ke ritme yang selaras dengan diri Anda.
2. Cenderung Reflektif, Bukan Reaktif
Alih-alih larut dalam resolusi bombastis, Anda mungkin lebih suka merenung diam-diam. Psikologi menyebut ini sebagai kecenderungan reflektif—memproses pengalaman secara internal, bukan reaktif terhadap stimulus luar.
Saat tahun baru usai, tekanan untuk “memulai segalanya sekarang juga” ikut menghilang. Anda merasa lega karena bisa mengevaluasi hidup secara lebih tenang, tanpa sorotan dan tanpa tenggat emosional yang dipaksakan.
3. Tidak Terjebak pada Tekanan Sosial Simbolik
Tahun baru sarat simbol: awal baru, lembaran kosong, kesempatan kedua. Bagi banyak orang, simbol ini memotivasi. Namun bagi Anda, simbol bisa berubah menjadi tekanan sosial.
Psikologi sosial menjelaskan bahwa individu yang merasa lega setelah momen besar berlalu biasanya memiliki jarak emosional yang sehat dari norma kolektif. Anda tidak menilai hidup berdasarkan momen seremonial, melainkan dari proses nyata sehari-hari.
4. Menghargai Stabilitas Lebih dari Sensasi
Jika Anda merasa lega setelah tahun baru, besar kemungkinan Anda adalah pencari stabilitas, bukan sensasi. Anda menghargai rutinitas, kejelasan, dan ritme yang konsisten.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
