
seseorang yang sulit menetapkan batasan./Freepik/stockking
JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi emosional yang membentuk cara seseorang memandang diri sendiri dan dunia.
Kata-kata yang berulang kali kita dengar dari orang tua bukan sekadar kalimat lewat—ia menanamkan keyakinan, membentuk pola pikir, dan memengaruhi cara kita berelasi hingga dewasa.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam keluarga sangat menentukan kemampuan seseorang dalam menetapkan batasan (boundaries) yang sehat.
Menariknya, banyak orang dewasa yang kesulitan berkata “tidak”, merasa bersalah saat memprioritaskan diri sendiri, atau terus-menerus mengorbankan kebutuhan pribadi, ternyata memiliki satu kesamaan: mereka tumbuh besar dengan mendengar frasa-frasa tertentu dari orang tua.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (25/12), terdapat sepuluh frasa yang, jika sering diucapkan, dapat berdampak jangka panjang pada kemampuan seseorang dalam membangun batasan sehat di usia dewasa.
1. “Kamu harus nurut, jangan membantah orang tua”
Frasa ini sering dimaksudkan untuk menanamkan sopan santun, tetapi jika diulang tanpa ruang dialog, anak belajar bahwa pendapatnya tidak penting.
Psikologi menyebut ini sebagai authoritarian parenting, di mana ketaatan lebih dihargai daripada pemahaman.
Saat dewasa, individu dengan latar ini cenderung sulit menyuarakan kebutuhan sendiri. Mereka takut dianggap tidak sopan, egois, atau melawan, sehingga batasan pribadi pun menjadi kabur.
2. “Jangan egois, pikirkan orang lain”
Empati adalah nilai penting, namun ketika empati selalu ditanamkan dengan mengorbankan diri sendiri, anak belajar bahwa kebutuhan pribadinya adalah hal yang salah. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa memprioritaskan diri berarti menyakiti orang lain.
Akibatnya, saat dewasa, mereka kerap merasa bersalah ketika menetapkan batasan, bahkan untuk hal-hal yang wajar seperti waktu istirahat atau penolakan sederhana.
3. “Kamu harus bikin orang tua bangga”
Kalimat ini secara halus menggeser pusat nilai diri anak ke luar dirinya. Harga diri tidak lagi berasal dari apa yang ia rasakan, tetapi dari seberapa puas orang lain terhadapnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
