
seseorang yang dihormati tetapi tidak terlalu disukai./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial maupun profesional, ada satu tipe pria yang menarik untuk diamati.
Ia dihormati, pendapatnya diperhitungkan, kehadirannya membawa wibawa. Namun di saat yang sama, ia tidak selalu disukai.
Orang mendengarkannya, tetapi jarang merasa dekat dengannya. Orang segan padanya, tetapi tidak selalu nyaman bersamanya.
Fenomena ini bukanlah kebetulan. Menurut psikologi sosial, rasa hormat dan rasa suka adalah dua hal yang berbeda.
Seseorang bisa memiliki kompetensi tinggi, ketegasan, dan integritas yang membuatnya dihormati, tetapi justru perilaku-perilaku tertentu—yang sering tidak disadari—menciptakan jarak emosional dengan orang lain.
Dilansir dari Geediting pada Senin (22/12), terdapat tujuh perilaku yang kerap muncul pada pria yang sangat dihormati namun tidak terlalu disukai, tanpa mereka sadari.
1. Terlalu Fokus pada Logika, Mengabaikan Emosi
Pria yang dihormati sering dikenal rasional, objektif, dan berorientasi solusi. Namun, dalam interaksi sosial, logika tanpa empati bisa terasa dingin.
Menurut psikologi, manusia tidak hanya ingin dipahami secara intelektual, tetapi juga divalidasi secara emosional.
Ketika seseorang selalu menjawab masalah dengan analisis dan solusi tanpa terlebih dahulu mengakui perasaan lawan bicara, ia bisa dianggap tidak peduli—meskipun niatnya baik.
Tanpa disadari, sikap “ayo kita pikirkan secara rasional” dapat membuat orang lain merasa tidak didengarkan.
2. Standar yang Terlalu Tinggi untuk Orang Lain
Pria ini biasanya memiliki standar tinggi untuk dirinya sendiri—dan tanpa sadar, menerapkannya pada orang lain. Ia menghargai disiplin, tanggung jawab, dan kompetensi, tetapi lupa bahwa tidak semua orang berada pada tahap yang sama.
Psikologi menyebut ini sebagai projection bias: mengharapkan orang lain berpikir dan bertindak seperti diri kita sendiri. Akibatnya, ia mudah kecewa, mudah mengkritik, dan sulit memberi toleransi. Orang menghormatinya karena kualitasnya, tetapi enggan dekat karena merasa selalu “kurang”.
3. Lebih Sering Memberi Penilaian daripada Apresiasi

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
