
seseorang yang tetap cantik seiring bertambahnya usia./Freepik/lookstudio
Jawapos.com - Banyak orang mengira kecantikan fisik akan memudar seiring bertambahnya usia. Keriput, rambut beruban, dan perubahan tubuh sering dianggap sebagai “akhir” dari daya tarik seseorang.
Namun psikologi memiliki pandangan yang jauh lebih menarik: ada orang-orang yang justru terlihat semakin cantik, memikat, dan berkarisma seiring bertambahnya usia.
Menariknya, kecantikan ini bukan semata soal gen atau perawatan mahal. Psikologi menunjukkan bahwa kecantikan jangka panjang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan mental, emosional, dan perilaku sehari-hari.
Orang-orang yang menua dengan cantik biasanya tidak mengejar awet muda, tetapi membangun kebiasaan yang membuat tubuh, wajah, dan energi mereka selaras dengan kondisi batin.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (19/12), terdapat delapan kebiasaan yang umumnya dimiliki orang yang tetap cantik secara fisik seiring bertambahnya usia, menurut perspektif psikologi.
1. Mereka Berdamai dengan Proses Penuaan, Bukan Melawannya
Secara psikologis, penerimaan diri memiliki dampak langsung pada ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Orang yang menerima penuaan dengan tenang cenderung memiliki wajah yang lebih rileks, sorot mata yang lembut, dan senyum yang alami.
Alih-alih stres memikirkan garis halus atau perubahan tubuh, mereka melihat usia sebagai proses pertumbuhan. Sikap ini menurunkan hormon stres seperti kortisol, yang dalam jangka panjang terbukti berkontribusi pada penuaan dini. Ironisnya, semakin seseorang berdamai dengan usia, semakin awet dan cantik ia terlihat.
2. Mereka Merawat Emosi Negatif, Bukan Memendamnya
Psikologi menyebut emosi yang dipendam sebagai emotional residue, yang dapat memengaruhi postur tubuh, ekspresi wajah, bahkan kesehatan kulit. Orang yang menua dengan cantik biasanya tidak membiarkan kemarahan, iri, atau kekecewaan menumpuk terlalu lama.
Mereka belajar mengekspresikan perasaan secara sehat—melalui komunikasi, refleksi, atau menulis. Wajah mereka tidak menyimpan ketegangan kronis. Inilah mengapa banyak orang tampak “ringan” dan bersinar meski usianya tidak lagi muda.
3. Mereka Menjaga Hubungan Sosial yang Menghidupkan Jiwa
Menurut psikologi sosial, kualitas hubungan interpersonal berpengaruh besar pada persepsi daya tarik seseorang. Orang yang tetap cantik di usia matang biasanya dikelilingi oleh hubungan yang sehat, suportif, dan tulus.
Interaksi positif memicu pelepasan hormon oksitosin dan dopamin, yang tidak hanya meningkatkan suasana hati tetapi juga memberi efek segar pada wajah dan energi tubuh. Mereka terlihat hidup, hangat, dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi—sebuah bentuk kecantikan yang tidak bisa dibeli.
4. Mereka Konsisten Merawat Tubuh sebagai Bentuk Penghargaan Diri

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
