Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Desember 2025 | 16.55 WIB

Orang yang Selalu Membukakan Pintu untuk Orang Lain, Meski Mereka Masih Jauh, Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membukakan pintu untuk orang lain./Freepik/odua - Image

seseorang yang membukakan pintu untuk orang lain./Freepik/odua

JawaPos.com - Pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang tetap menahan pintu, meskipun orang di belakangnya masih cukup jauh?

Di tengah ritme hidup yang serba cepat, tindakan kecil ini sering terlihat sepele—bahkan kadang dianggap berlebihan.

Namun dalam psikologi, kebiasaan sederhana seperti ini sering kali bukan sekadar soal sopan santun.

Tindakan tersebut mencerminkan cara seseorang memandang orang lain, dunia, dan dirinya sendiri.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (17/12), orang yang rela menunggu beberapa detik lebih lama demi kenyamanan orang lain biasanya digerakkan oleh pola pikir dan nilai batin tertentu.

Tanpa mereka sadari, gerakan kecil itu adalah “jendela” menuju kepribadian mereka yang lebih dalam.

Menurut psikologi sosial dan kepribadian, orang-orang yang konsisten melakukan hal ini umumnya menunjukkan delapan ciri kepribadian berikut.

1. Memiliki Empati yang Tinggi

Membukakan pintu untuk orang yang masih jauh menandakan kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.

Mereka membayangkan bagaimana rasanya jika berada di posisi tersebut—berjalan sedikit tergesa, berharap pintu tidak tertutup tepat di depan wajah.

Psikologi menyebut ini sebagai perspective-taking, yaitu kemampuan memahami kondisi emosional dan situasional orang lain. Orang dengan empati tinggi tidak menunggu orang lain meminta bantuan; mereka peka sebelum permintaan itu muncul.

2. Peka terhadap Lingkungan Sosial

Orang seperti ini biasanya sangat sadar akan keberadaan orang lain di sekitarnya. Mereka memperhatikan detail kecil: langkah kaki, jarak, arah pandangan, hingga bahasa tubuh.

Kepekaan sosial ini membuat mereka mampu menyesuaikan perilaku tanpa harus berpikir panjang. Dalam psikologi, ini berkaitan dengan social awareness, kemampuan membaca situasi sosial secara intuitif dan bertindak sesuai konteks.

3. Tidak Berpikir Dunia Berputar pada Dirinya Sendiri

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore