Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Oktober 2025 | 06.51 WIB

10 Kebiasaan yang Membuat Orang Lain Ilfeel Tanpa Disadari, Menurut Psikologi Sosial

Ilustrasi kebiasaan yang membuat orang lain ilfeel tanpa disadari menurut psikologi (Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki kebiasaan yang secara halus membentuk bagaimana orang lain memandang kita.

Sebagian kebiasaan bisa menciptakan kehangatan, tetapi ada pula yang tanpa sadar menimbulkan jarak dan rasa tidak nyaman.

Menariknya, banyak perilaku yang sebenarnya membuat orang lain ilfeel (turn off instantly), namun jarang sekali dibicarakan secara terbuka.

Alasannya sederhana—menegur seseorang tentang kebiasaan sosialnya dianggap tidak sopan.

Padahal, memahami dan memperbaiki perilaku kecil ini dapat membuat hubungan kita dengan orang lain terasa lebih ringan dan harmonis.

Dilansir dari laman Geediting, Minggu (26/10), berikut sepuluh kebiasaan yang sering membuat orang lain merasa tidak nyaman, tetapi jarang diakui secara langsung oleh masyarakat.

1. Sering Menyela Pembicaraan Tanpa Sadar

Saat bersemangat, seseorang kerap tergoda untuk menyela demi menunjukkan antusiasme. Namun di sisi lain, perilaku ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan karena terkesan mengabaikan pendapat lawan bicara.
Solusinya sederhana: tunggu dua detik setelah orang lain selesai berbicara sebelum memberi respons. Jeda kecil ini memberi kesan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan menghargai percakapan.

2. Mengubah Setiap Cerita Menjadi Ajang Kompetisi

Alih-alih menunjukkan empati, ada orang yang tanpa sadar “menandingi” cerita orang lain—misalnya saat teman bercerita lelah, ia menjawab, “Aku malah belum tidur tiga hari.” Tujuannya mungkin untuk nyambung, tapi efeknya justru membuat lawan bicara merasa diremehkan.
Lebih baik cobalah memahami dulu, baru menanggapi dengan pengalaman pribadi. Dengan begitu, percakapan terasa lebih tulus dan tidak menegangkan.

3. Terlalu Cepat Membuka Diri atau Curhat Mendalam

Keterbukaan memang penting, tapi waktu dan konteks juga berperan besar. Membagikan kisah pribadi terlalu cepat justru bisa membuat orang lain merasa canggung.
Bangunlah kepercayaan secara bertahap—biarkan kedekatan tumbuh seiring waktu, bukan dipaksakan dalam satu pertemuan.

4. Menyembunyikan Ketulusan di Balik Candaan

Humor bisa mempererat hubungan, tapi jika terus digunakan untuk menutupi perasaan sungguh-sungguh, kedekatan justru sulit tercipta.
Sesekali, biarkan diri Anda berbicara jujur tanpa menutupi dengan lelucon. Kejujuran emosional membuat hubungan lebih bermakna.

5. Mengeluh Terus-Menerus Tanpa Solusi

Curhat boleh, tapi jika setiap obrolan selalu berisi keluhan yang sama tanpa tindakan, orang lain akan merasa lelah secara emosional.
Cobalah jujur pada diri sendiri: apakah Anda ingin didengar, mencari solusi, atau sekadar meluapkan emosi? Menentukan tujuan keluhan dapat membantu percakapan terasa lebih sehat dan produktif.

6. Mendengarkan Setengah Hati

Banyak orang tampak mendengarkan, padahal pikirannya sibuk menyiapkan jawaban. Akibatnya, respons yang diberikan terasa datar dan tidak relevan.
Cara terbaik untuk benar-benar hadir adalah dengan menatap lawan bicara, mengulangi poin penting, dan mengajukan satu pertanyaan tulus. Kehadiran lebih penting daripada kata-kata sempurna.

7. Meremehkan Perasaan Orang Lain dengan Logika

Ucapan seperti “Ah, kamu terlalu sensitif” atau “Jangan lebay, itu sepele” sering kali membuat orang lain merasa diabaikan. Padahal, validasi tidak berarti setuju—cukup mengakui bahwa perasaan mereka sah dan nyata.
Gunakan kalimat seperti, “Aku bisa paham kenapa kamu merasa begitu.” Itu sederhana, tapi dampaknya besar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore