Ilustrasi ciri orang dengan kecerdasan emosional tinggi yang mampu sukses bersama AI di akhir tahun 2025 (geediting)
JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini berkembang sangat cepat. Banyak orang merasa cemas akan dampaknya terhadap pekerjaan dan kehidupan mereka. Namun, bagi orang dengan kecerdasan emosional tinggi, kemajuan AI bukan ancaman melainkan peluang untuk tumbuh dan beradaptasi.
Kecerdasan emosional bukan soal menandingi mesin, melainkan tentang memaksimalkan kemampuan manusia agar bisa bekerja selaras dengan teknologi. Orang dengan tingkat emotional intelligence (EI) yang tinggi tahu bagaimana menyeimbangkan emosi, empati, dan logika agar tetap unggul di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Dilansir dari Geediting, Jumat (10/10), berikut 8 ciri orang berjiwa cerdas secara emosional yang mampu sukses dan berkembang bersama AI di akhir tahun 2025.
Dalam dunia yang terus berubah, orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak mudah panik. Mereka cepat menyesuaikan diri dengan tren baru dan melihat AI sebagai peluang untuk belajar hal baru.
Alih-alih merasa terancam, mereka fokus pada bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sikap terbuka terhadap perubahan inilah yang membuat mereka mampu bertahan dan tumbuh di era digital.
Mereka tidak beradaptasi karena terpaksa, melainkan karena menyadari nilai dan manfaat dari perubahan itu sendiri.
Salah satu ciri utama orang dengan emotional intelligence tinggi adalah kemampuan mengenali dan memahami emosi sendiri.
Mereka tahu kapan rasa takut muncul, kapan cemas mulai mengambil alih, dan bagaimana mengendalikannya. Misalnya, saat AI mulai menggantikan beberapa tugas, mereka menyadari bahwa rasa khawatir bukan berasal dari teknologinya, melainkan dari ketidakpastian yang dirasakan.
Dengan memahami emosi sendiri, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan tidak mudah terbawa arus kecemasan.
AI bisa menganalisis data, tapi tidak bisa memahami perasaan manusia. Di sinilah letak keunggulan orang dengan kecerdasan emosional tinggi.
Mereka peka terhadap perasaan orang lain, terutama dalam situasi kerja yang penuh tekanan akibat perubahan teknologi. Dengan empati, mereka menciptakan lingkungan kerja yang positif, saling mendukung, dan penuh rasa percaya.
Menurut survei Businessolver, 92% karyawan percaya bahwa atasan yang berempati cenderung mempertahankan tim lebih baik. Di era AI, empati menjadi kemampuan manusia yang paling berharga.
Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki rasa ingin tahu alami terhadap teknologi. Mereka tidak takut mencoba hal baru atau mempelajari cara kerja AI.
Alih-alih melihat AI sebagai sistem yang rumit, mereka tertarik memahaminya secara mendalam—apa yang bisa dilakukan, di mana batasannya, dan bagaimana bisa dimanfaatkan secara kreatif.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
