
Ilustrasi seorang individu yang menatap layar ponsel dengan ekspresi ragu, mencerminkan dilema antara konten yang asli atau buatan AI. (Freepik)
JawaPos.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat batas antara video asli dan buatan semakin kabur. Video deepfake yang sangat realistis kini berpotensi mengelabui banyak orang awam. Kemampuan membedakan konten ini ternyata sangat bergantung pada aspek psikologis.
Melansir dari Geediting.com Senin (29/9), ada tujuh ciri khas psikologis yang membuat individu lebih mudah tertipu oleh video AI. Mengenali sifat-sifat ini bisa menjadi langkah awal penting untuk meningkatkan kecerdasan media kita. Mari kita telaah tujuh karakteristik tersebut berdasarkan temuan psikologi.
1. Kurangnya Sikap Skeptis
Ciri pertama yang umum adalah kurangnya pola pikir yang skeptis dan selalu mempertanyakan kebenaran. Orang-orang ini cenderung menerima informasi apa adanya tanpa berusaha mencari verifikasi. Mereka memiliki terlalu banyak kepercayaan pada keaslian konten yang beredar di dunia maya.
2. Ketergantungan Berlebihan pada Isyarat Visual
Beberapa orang terlalu mengandalkan apa yang mereka lihat untuk menilai kebenaran. Mereka cenderung mempercayai mata mereka secara berlebihan, meskipun isyarat lain bertentangan. Kita perlu mempertimbangkan faktor di luar visual, seperti sumber dan konteksnya.
3. Pemahaman Terbatas tentang Teknologi AI
Pemahaman yang minim mengenai cara kerja dan kemampuan teknologi AI dapat menjebak seseorang. Sulit membedakan yang asli dan palsu jika kita tidak tahu kemampuan AI saat ini. Pemahaman dasar saja sudah bisa sangat membantu meningkatkan daya nalar kita.
4. Kepercayaan pada Platform Populer
Beberapa individu menaruh kepercayaan yang salah kaprah pada platform media sosial terkenal. Mereka berasumsi bahwa konten di platform besar selalu dapat dipercaya kebenarannya. Platform ternama sekalipun bisa saja menjadi penyebar konten palsu buatan AI.
5. Tidak Memeriksa Sumber Video
Satu di antara kebiasaan yang melemahkan adalah kecenderungan untuk tidak memverifikasi asal-usul video. Mereka terlalu asyik dengan isinya hingga lupa menanyakan darimana sumbernya berasal. Meluangkan waktu sebentar untuk memeriksa sumber dapat melindungi kita dari penipuan.
6. Mengabaikan Intuisi Diri
Seringkali, ada perasaan tidak nyaman saat melihat video palsu karena adanya ketidaksesuaian kecil yang tertangkap pikiran bawah sadar. Orang yang mudah tertipu biasanya mengabaikan naluri atau firasat tersebut. Intuisi dapat menangkap isyarat halus yang terlewatkan oleh pikiran sadar kita.
7. Terjebak Bias Konfirmasi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022