Ilustrasi kleptomania (Canva)
JawaPos.com - Kleptomania merupakan gangguan mental yang membuat penderitanya sulit menahan dorongan untuk mencuri barang yang bukan miliknya.
Kondisi ini berbeda dengan pencurian biasa. Jika pencurian dilakukan dengan perencanaan demi keuntungan materi, kleptomania terjadi secara impulsif tanpa tujuan jelas selain pelepasan ketegangan batin.
Sayangnya, stigma sosial membuat banyak penderita kleptomania enggan mencari pengobatan. Padahal, penanganan yang tepat dapat membantu penderita mengendalikan gejalanya secara signifikan.
Dilansir dari laman The Recovery Village, berikut ini tujuh cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kleptomania.
Baca Juga: Memahami Kleptomania, Cari Tahu Apakah Penderita Bisa Dipidana?
1. Ikuti Rencana Perawatan
Penderita kleptomania perlu menjalani rencana perawatan yang telah disusun oleh tenaga profesional. Biasanya meliputi terapi psikologis, obat-obatan, atau kombinasi keduanya.
Mengikuti terapi sesuai jadwal merupakan langkah penting agar penderita terbantu dalam mengendalikan dorongan. Disiplin dalam menjalani pengobatan dapat mempercepat pemulihan.
Beberapa penderita mungkin diminta mengonsumsi obat, misalnya antidepresan golongan SSRI. Meskipun begitu, sejauh ini belum ada obat khusus yang disetujui FDA untuk kleptomania.
Oleh karena itu, menjalani terapi psikologis, terutama terapi perilaku kognitif, menjadi cara paling utama untuk mengubah pola pikir dari perilaku yang tidak sehat.
Baca Juga: Tidak Sadar Mencuri? Yuk Ketahui Lebih Jauh Tentang Kleptomania
2. Mendidik Diri Sendiri
Penderita kleptomania sangat dianjurkan untuk mempelajari lebih dalam mengenai kondisi yang dialami agar lebih mudah mengenali risikonya.
Pengetahuan yang cukup membuat penderita lebih sadar terhadap pemicu dorongan mencuri. Dengan begitu, penderita bisa mempersiapkan mekanisme koping yang lebih sehat.
Selain itu, edukasi diri membantu penderita menjelaskan kondisinya kepada keluarga atau teman. Dukungan sosial sangat penting dalam proses pemulihan.
Semakin baik pemahaman penderita mengenai kleptomania, semakin besar pula kemungkinan mereka bisa mengendalikan perilaku impulsifnya sehari-hari.
3. Identifikasi Pemicu
Setiap penderita kleptomania memiliki pemicu berbeda, mulai dari stres, rasa bosan, hingga lingkungan tertentu seperti pusat perbelanjaan.
Dengan mengenali pemicunya, penderita dapat menghindari situasi yang berisiko atau menyiapkan strategi untuk mengendalikannya.
Sebagai contoh, penderita bisa mengalihkan perhatian dengan aktivitas lain ketika berada di tempat yang biasanya memicu dorongan mencuri.
Mengidentifikasi pemicu adalah kunci penting untuk mencegah kambuhnya perilaku kleptomania yang dapat merugikan diri sendiri sekaligus orang lain.
4. Dapatkan Perawatan untuk Gangguan Lain
Kleptomania sering kali hadir bersamaan dengan gangguan lain, seperti kecemasan, depresi, atau kecanduan zat. Semua kondisi ini perlu ditangani bersamaan.
Jika hanya kleptomania yang diobati, gangguan lain bisa memperburuk gejala dan menghambat proses pemulihan.
Oleh karena itu, perawatan komprehensif disarankan.
Penderita mungkin memerlukan terapi tambahan, misalnya konseling atau manajemen stres. Hal ini membantu mengurangi beban mental yang memicu dorongan mencuri.
Kesehatan mental yang lebih stabil memberi kesempatan lebih besar bagi penderita untuk berhasil mengendalikan kleptomania dalam jangka panjang.
5. Pelajari Teknik Relaksasi
Dilansir dari lama Mayo Clinic, teknik relaksasi terbukti efektif membantu penderita mengurangi ketegangan yang memicu dorongan mencuri. Beberapa contoh adalah meditasi, yoga, atau tai chi.
Aktivitas menenangkan tersebut mampu menyeimbangkan kondisi emosional sekaligus menurunkan stres berlebihan yang sering menjadi pemicu perilaku kleptomania.
Selain itu, memiliki hobi baru seperti melukis, olahraga, atau membaca juga dapat menjadi pengalihan positif saat dorongan muncul.
Dengan menyalurkan energi pada aktivitas sehat, penderita dapat menemukan cara lain untuk merasakan kepuasan selain melalui tindakan mencuri.
6. Tetap Fokus pada Tujuan
Pemulihan kleptomania adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran sehingga penting bagi penderita untuk menetapkan tujuan yang jelas.
Tujuan jangka pendek bisa berupa keberhasilan menahan dorongan mencuri selama beberapa hari, lalu meningkat ke target jangka panjang.
Melacak pencapaian ini dapat meningkatkan motivasi sekaligus memberi rasa keberhasilan dalam proses pemulihan.
7. Dukungan dari Orang Terdekat
Dilansir dari laman Halodoc, penderita kleptomania sebaiknya tidak dijauhi. Mereka membutuhkan dukungan moral dari keluarga maupun teman.
Beri pemahaman bahwa mencuri bisa berakibat buruk, termasuk masalah hukum. Dorongan ini bukan kesengajaan, melainkan gejala gangguan mental.
Dukungan sosial dapat membantu penderita merasa diterima. Dengan pendampingan yang penuh empati, penderita akan lebih termotivasi untuk menjalani perawatan hingga pulih.
Kleptomania adalah gangguan pengendalian impuls yang berbeda dari perilaku pencurian biasa. Penderitanya membutuhkan terapi dan dukungan sosial untuk pulih.
Langkah-langkah mengatasi kleptomania mencakup kepatuhan menjalani perawatan, edukasi diri, mengidentifikasi pemicu, serta mengatasi gangguan mental lain.
Selain itu, penderita juga dianjurkan mempelajari teknik relaksasi, menjaga fokus pada tujuan pemulihan, dan mencari dukungan dari orang terdekat.
Proses pemulihan memang membutuhkan waktu, tetapi dengan kesabaran dan konsistensi, penderita dapat mengendalikan dorongan impulsifnya.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa kleptomania adalah kondisi medis, bukan kejahatan murni sehingga penderita layak mendapatkan dukungan dan empati.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
