Mengakui kesalahan bukan tanda lemah, melainkan bukti kedewasaan emosional dan tanggung jawab diri
JawaPos.com – Mengakui kesalahan sering kali terdengar sederhana, namun bagi sebagian orang hal ini menjadi perkara rumit.
Dalam keseharian, kita mungkin pernah bertemu individu yang selalu mencari alasan, membela diri, atau bahkan menyalahkan orang lain meski jelas mereka yang berbuat salah. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bisa berkaitan dengan sifat, pola pikir, bahkan kondisi psikologis seseorang.
Psikolog Analisa Widyaningrum dalam salah satu unggahan di TikTok menyebut bahwa kesulitan mengakui kesalahan umumnya berasal dari rasa takut terlihat lemah. “Orang yang terbiasa menjaga citra sempurna akan sulit mengucapkan ‘saya salah’, karena itu dianggap meruntuhkan harga diri,” jelasnya.
Siapa yang biasanya sulit mengakui kesalahan?
Menurut Jiemi Ardian, ada tipe orang dengan kepribadian defensif yang cenderung enggan menerima kritik. Bagi mereka, mengakui kesalahan identik dengan kegagalan. Padahal, kegagalan merupakan bagian normal dari proses belajar.
Sementara itu, Donna Luntungan menekankan bahwa orang yang dibesarkan di lingkungan keras atau penuh tuntutan juga berisiko memiliki sifat ini. “Jika sejak kecil sering dihukum atau dipermalukan ketika salah, seseorang bisa tumbuh menjadi pribadi yang takut mengakui kesalahan karena khawatir akan ditolak,” terangnya.
Apa penyebab orang susah mengakui kesalahan?
Ada beberapa faktor yang membuat orang sulit mengucapkan kata maaf. Putri Than, seorang content creator edukasi psikologi, menyebut faktor ego sebagai alasan utama. “Ego membuat seseorang ingin selalu terlihat benar, bahkan ketika faktanya sebaliknya,” ujarnya.
Selain ego, faktor lain adalah rasa malu dan takut kehilangan kendali. Menurut Koko Healing, individu dengan kontrol diri rendah cenderung mencari pembenaran agar tetap merasa berkuasa dalam situasi tertentu. Inilah yang membuat mereka lebih memilih menyalahkan orang lain ketimbang bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.
Bagaimana dampaknya pada hubungan sosial?
Sikap sulit mengakui kesalahan bisa berdampak serius pada hubungan, baik personal maupun profesional. Analisa Widyaningrum menegaskan bahwa hubungan akan mudah retak jika salah satu pihak selalu menolak mengakui kesalahan. “Hubungan sehat membutuhkan kejujuran dan kerendahan hati. Tanpa itu, konflik kecil bisa berkembang menjadi masalah besar,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
