Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 02.08 WIB

Malah Ketagihan Nonton Film atau Series yang Kamu Benci? Ternyata Ada Penjelasan Psikologisnya!

Ilustrasi seseorang yang sedang menonton melalui handphone. (Pexels) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang menonton melalui handphone. (Pexels)

JawaPos.com – Pernah menonton serial atau film padahal kamu merasa membencinya? Kamu bahkan tetap terpaku di layar dan terus menyaksikan episode demi episode.

Hati-hati! Bisa saja kamu sedang mengalami fenomena yang disebut hate watching. Fenomena ini memang terasa aneh karena menyukai tayangan yang sebenarnya tidak kita sukai.

Lantas, mengapa banyak dari kita tetap tertarik, bahkan ketagihan menontonnya? Ternyata, jawabannya berakar dalam psikologi manusia.

Apa Itu Hate Watching?

Verywell Mind menyebut hate watching sebagai kondisi di mana kita menonton konten yang sebenarnya kita benci atau bahkan kita kritik habis-habisan.

Bukan karena salah satu aspek baik dalam konten itu, tapi karena kita merasa perlu mengulas atau membahas keburukannya.

Fenomena ini menjadi populer di era media sosial dan streaming, di mana penonton dengan bangga menyebutkan “Aku hate watch serial X”, seolah-olah itu adalah prestasi tersendiri.

Kenapa Kita Justru Tertarik Menonton yang Kita Benci?

Menonton konten yang dianggap buruk membuat kita merasa lebih kritis, cerdas, dan unggul.

Dalam kenyataan, kita secara tidak sadar mengatakan, “Lihat, aku tidak seperti itu,” atau “Aku lebih baik daripada sini.”

Capability Psychology and Counselling menyebut ini sebagai bentuk downward social comparison alias membandingkan diri dengan pihak yang kita nilai lebih rendah untuk merasa lebih baik.

Sama seperti ketika kita menoleh melihat kecelakaan di jalan. Kita terkadang penasaran melihat “kacau” secara aman di layar.

Adegan absurd, drama berlebihan, atau karakter cringe malah bikin kita terpikat karena sensasinya luar biasa, meski terasa buruk.

Saat kita membenci suatu konten tapi tetap menontonnya, muncul ketegangan antara afirmasi diri dan rasa penasaran.

Gulf News menyebut ini sebagai kognitif disonansi alias membunuh rasa jengkel dengan tetap menatap layar dengan rasa ingin tahu.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore