ILustrasi perempuan yang sedang bergerak
JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang selalu bergerak lebih lambat dibanding orang lain?
Dalam keseharian, orang yang lambat berjalan, merespons, atau menyelesaikan pekerjaan sering kali dianggap malas atau tidak efisien.
Namun, psikologi menunjukkan bahwa fenomena ini jauh lebih kompleks. Ada beragam faktor neurologis, emosional, hingga persepsi waktu yang memengaruhi kecepatan gerak manusia.
Apa Itu Kecepatan Gerak?
Kecepatan gerak manusia dapat dipahami sebagai ritme tubuh dalam merespons stimulus, baik secara fisik maupun mental. Menurut National Institutes of Health (PMC, 2017), kecepatan seseorang dipengaruhi oleh fungsi otak, kondisi saraf, serta tingkat energi yang dimiliki. Saat otak dalam kondisi lelah, proses pengolahan informasi menjadi lebih lambat sehingga berdampak pada gerakan tubuh.
Mengapa Ada Orang yang Bergerak Lebih Lambat?
Menurut Psychology Today (2011), perasaan waktu berjalan lambat atau cepat dipengaruhi oleh keadaan psikologis. Orang yang sedang stres atau depresi cenderung merasakan waktu lebih lambat, sehingga tubuhnya pun merespons dengan ritme lebih pelan.
Studi dari Universitas Michigan (2020) juga menyebutkan bahwa semakin bertambah usia, persepsi waktu akan berubah. Orang dewasa sering merasa waktu berjalan lebih cepat dibanding anak-anak. Sebaliknya, pada beberapa kasus, individu dengan kelelahan otak justru mengalami perlambatan kognitif yang berdampak pada kecepatan gerak fisik.
Baca Juga: Psikologi Ungkap 7 Tanda Kamu Disukai Banyak Orang, dari Senyum Tulus Sampai Cara Mereka Mendengar
Apa Hubungannya dengan Kondisi Mental?
Primaya Hospital menjelaskan bahwa tanda otak lelah dapat terlihat dari tubuh yang melambat, sulit fokus, hingga mudah kelelahan. Kondisi ini membuat seseorang tampak bergerak lebih lambat dibanding biasanya.
Lebih jauh, psikologi juga mengaitkan kebiasaan bergerak lambat dengan kondisi mental tertentu. Misalnya, individu dengan gangguan kecemasan atau depresi bisa mengalami penurunan energi signifikan sehingga tubuh terasa berat untuk bergerak cepat.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
