
Ilustrasi makan bersama keluarga (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Pernahkah kamu bingung kenapa gampang banget tersulut emosi, tiba-tiba cemas tanpa alasan jelas, atau malah kesulitan mengendalikan sedih yang datang begitu saja?
Ternyata, semua itu bukan sekadar sifat bawaan. Ada ‘jejak tak kasatmata’ dari cara keluarga mendidik kita sejak kecil yang diam-diam membentuk pola emosi sampai sekarang.
Jadi, jika kamu penasaran kenapa bisa begitu, yuk bongkar rahasianya bareng-bareng.
Melihat Emosi Lewat Lensa Keluarga
Menurut Psychology Today, orang tua memegang peran krusial dalam membentuk kemampuan anak memahami dan mengelola emosi termasuk melalui cara mereka menanggapi perasaan anak, baik secara langsung maupun lewat contoh perilaku mereka sendiri (emotional modeling).
Ketika orang tua menyambut tangisan dengan sabar atau memvalidasi kesedihan, anak akan belajar mengenali emosi itu nyata, dan bisa dikendalikan.
Sebaliknya, jika perasaan anak selalu diremehkan atau diabaikan, itu akan melemahkan kemampuan mereka mengatur emosi secara sehat saat dewasa nanti.
Ketika Emosi Kecil Diabaikan, Dampaknya Bisa Tumbuh Seiring Usia
Psychology Today menyebutkan, minim validasi rasa sedih atau frustrasi pada anak misalnya dengan kalimat "kamu terlalu sensitif" bisa membekas dalam jangka panjang.
Anak-anak ini bisa tumbuh jadi orang dewasa yang kesulitan mengenali dan mengekspresikan emosinya, bahkan menurunkan rasa harga diri mereka.
Pola Asuh Otoriter Jadi Batas atau Tembok Penghalang?
Dilansir dari situs Psychology Today, gaya pengasuhan otoriter di mana orang tua menuntut ketaatan tanpa memberi ruang emosi dapat berujung pada kecemasan, depresi, bahkan agresi anak di masa depan.
Anak mungkin belajar bahwa menyembunyikan perasaan adalah satu-satunya cara bertahan.
Di sisi lain, lingkungan rumah yang kacau, tanpa rutinitas, penuh konflik, dan minim kedamaian bisa menyulitkan anak mengembangkan regulasi emosi.
Situs Nature menyebutkan, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga dengan suasana yang tidak stabil sering kesulitan mengatur diri mereka, dan lebih rentan punya masalah sosial emosional di masa dewasa.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
