Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 15.30 WIB

9 Keputusan Hidup yang Diam-Diam Disesali Banyak Baby Boomer Sukses: Pelajaran Berharga Tentang Makna Kesuksesan dan Kebahagiaan Sejati

Artikel ini membongkar sisi lain dari kesuksesan yang dimiliki generasi baby boomer. - Image

Artikel ini membongkar sisi lain dari kesuksesan yang dimiliki generasi baby boomer.

JawaPos.com-Setiap generasi memiliki definisi kesuksesannya sendiri. Bagi generasi baby boomer—yang lahir antara 1946 hingga 1964—kesuksesan identik dengan memiliki rumah besar, pekerjaan tetap yang mapan, pensiun nyaman, serta aset yang bisa diwariskan kepada anak cucu.

Standar ini lahir dari konteks sosial dan ekonomi pasca Perang Dunia II, ketika stabilitas menjadi hal utama yang dicari.

Namun, ketika usia memasuki enam puluhan hingga tujuh puluhan, banyak dari mereka justru mulai mempertanyakan arti sebenarnya dari kesuksesan yang telah mereka perjuangkan selama puluhan tahun. Mereka menyadari bahwa meskipun secara materi berhasil, masih ada ruang kosong yang tidak terisi—ruang yang sering kali berasal dari pilihan hidup yang keliru.

Dilansir dari laman Geediting.com, artikel ini tidak bermaksud menyalahkan atau meremehkan pencapaian generasi baby boomer.

Justru sebaliknya, kita bisa belajar dari refleksi dan penyesalan mereka agar generasi sekarang—milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha—tidak mengulangi kesalahan serupa.

Berikut sembilan keputusan hidup yang diam-diam disesali oleh banyak baby boomer sukses, lengkap dengan pelajaran penting yang bisa kita petik.

1. Memilih Karier yang Aman, Bukan Karier yang Penuh Gairah
Banyak boomer tumbuh dalam budaya yang menekankan keamanan finansial di atas segalanya. Menjadi pengacara, dokter, akuntan, atau pegawai negeri dianggap pilihan ideal. Profesi seni, musik, atau bidang kreatif sering kali dipandang berisiko dan kurang menjanjikan.

Hasilnya, banyak orang menjalani puluhan tahun dalam pekerjaan yang stabil namun tidak membangkitkan semangat. Mereka naik jabatan, mendapatkan gaji besar, bahkan dihormati di lingkungannya. Namun jauh di dalam hati, mereka merasa kosong. Karier yang aman justru menjadi jerat yang menahan mereka dari kebebasan untuk berkarya.

Kini, ketika pensiun tiba, banyak yang menyesali keputusan untuk tidak pernah benar-benar mencoba mengejar karier yang sesuai dengan passion mereka. Mereka berharap bisa kembali ke masa muda dan mengambil risiko yang dulu terasa menakutkan.

Jangan hanya memilih karier berdasarkan gaji atau status. Tanyakan pada diri sendiri: apakah pekerjaan ini akan membuat saya bersemangat bangun setiap pagi? Jika tidak, mungkin saatnya mempertimbangkan kembali.

2. Mengutamakan Pekerjaan Daripada Kehadiran di Masa Kecil Anak
Salah satu penyesalan terbesar yang sering terungkap adalah melewatkan masa kecil anak-anak mereka. Banyak boomer yang begitu fokus membangun karier dan keamanan finansial, sehingga lupa hadir di momen berharga: pertunjukan sekolah, ulang tahun, atau sekadar membacakan dongeng sebelum tidur.

Bagi mereka, logikanya sederhana: bekerja keras sekarang untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak. Namun, mereka keliru mengartikan bahwa kehadiran emosional jauh lebih penting daripada sekadar kestabilan finansial.

Hasilnya, hubungan dengan anak-anak ketika dewasa sering kali terasa hambar. Mereka sopan, penuh rasa hormat, namun tidak ada kedekatan emosional yang mendalam.

Anak-anak hanya kecil sekali. Jangan menunda kebersamaan dengan mereka hanya demi pekerjaan. Kehadiran Anda hari ini lebih berharga daripada uang tambahan di rekening bank.

3. Bertahan dalam Pernikahan yang Sudah Lama Hampa
Banyak pasangan boomer bertahan dalam pernikahan yang tidak lagi sehat, baik demi anak, demi penampilan, maupun demi kenyamanan finansial. Mereka hidup bersama seperti teman sekamar, bukan pasangan sejati. Rasa cinta memudar, namun mereka memilih bertahan karena takut stigma perceraian atau kesulitan ekonomi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore