
Ilsutarsi doomscrolling (Dok. manhattanmentalhealthcounseling.com)
JawaPos.com - Pernahkah kamu berniat buka HP sebentar untuk cari kabar, tapi malah keterusan scroll berjam-jam? Isinya pun bukan hal yang bikin senang, melainkan berita-berita negatif yang bikin was-was. Nah, kebiasaan itu ada istilahnya, yaitu doomscrolling.
Secara sederhana, doomscrolling adalah kebiasaan menghabiskan waktu terlalu lama membaca informasi negatif di media sosial atau portal berita.
Melansir dari Halodoc, otak manusia memang lebih cepat merespons berita buruk daripada kabar baik. Jadi, tanpa sadar kita terdorong untuk terus mencari berita serupa, meskipun itu bikin perasaan makin tertekan.
Penyebab dan Dampak Doomscrolling
Fenomena ini mulai banyak terjadi sejak pandemi COVID-19. Waktu itu, hampir semua orang mengandalkan media sosial untuk mencari informasi.
Masalahnya, berita yang beredar sering kali bikin panik, dari jumlah kasus, teori konspirasi, sampai kabar hoaks. Menurut Alodokter, jika terus-menerus mengonsumsi konten negatif, dampaknya bisa memicu stres, susah tidur, bahkan rasa cemas berlebihan.
Dari sisi akademis, Jurnal FLE (2023) menyebut doomscrolling sebagai bentuk perilaku kompulsif. Artinya, meskipun kita sadar kebiasaan itu tidak sehat, tetap saja susah untuk berhenti. Mirip seperti orang yang tahu ngemil tengah malam bikin berat badan naik, tapi tidak bisa menahan diri. Jika dibiarkan, energi mental akan cepat habis untuk hal-hal yang tidak produktif.
Efek buruknya juga dijelaskan dalam Buletin K-PIN. Kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan bisa bikin seseorang gampang tersulut emosi, cepat marah, dan susah fokus.
Bahkan, hubungan sosial pun bisa terganggu karena pikiran kita terus dipenuhi hal-hal yang bikin stres. Jadi, doomscrolling jelas bukan sekadar "scrolling biasa", tapi bisa jadi masalah serius jika terus dibiarkan.
Mengendalikan Kebiasaan Buruk
Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dikendalikan. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba, misalnya membatasi waktu main media sosial dengan fitur screen time. Kita juga bisa sengaja cari konten positif untuk menyeimbangkan emosi, atau bikin jadwal khusus untuk baca berita, jadi tidak setiap saat buka timeline.
Selain itu, melatih mindfulness juga penting. Caranya bisa lewat pernapasan dalam, meditasi singkat, atau journaling. Aktivitas kecil seperti olahraga ringan, jalan santai sore hari, atau ngobrol sama teman juga bisa membantu otak berhenti dari kebiasaan doomscrolling.
Menurut Undiknas, kunci utamanya ada pada kesadaran diri. Begitu sadar jika doomscrolling bikin stres, langkah pertama adalah berhenti sebentar dan alihkan perhatian ke hal yang lebih sehat.
Di era digital sekarang, istilah digital well-being atau kesejahteraan digital juga makin sering dibicarakan. Intinya, kita perlu lebih bijak dalam mengatur pola konsumsi informasi.
Caranya dengan memilih sumber berita yang terpercaya, melakukan detoks digital (misalnya sehari tanpa media sosial), dan memberi porsi lebih besar untuk aktivitas offline yang bikin hati lebih tenang. Dengan begitu, pikiran bisa lebih seimbang dan tidak terus-terusan terjebak di siklus berita negatif.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
