Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 05.41 WIB

11 Ungkapan Halus yang Sering Diucapkan Orang Saat Mereka Tidak Menyukaimu, Namun Berusaha Menutupinya dengan Sikap Ramah

11 Ungkapan Halus yang Sering Diucapkan Orang Saat Mereka Tidak Menyukaimu - Image

11 Ungkapan Halus yang Sering Diucapkan Orang Saat Mereka Tidak Menyukaimu

JawaPos.com - Dalam dunia sosial yang penuh basa-basi, tidak semua orang berani atau mau mengungkapkan perasaan sebenarnya. Ada yang memilih untuk menyamarkannya dalam bentuk komentar ringan, pujian samar, atau humor yang terasa aneh. Fenomena ini lazim terjadi di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Cognition, manusia cenderung menutupi emosi negatif demi menjaga citra sosial dan menghindari konflik terbuka. Namun, ketidaksukaan yang dipendam sering kali muncul dalam bentuk komunikasi pasif-agresif. Jika kita tidak peka, kita mungkin terus berada di sekitar orang yang sebenarnya tidak menghargai keberadaan kita.

Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membedah 11 kalimat umum yang sering diucapkan orang ketika mereka tidak menyukai Anda, namun berusaha menutupi hal tersebut dengan sikap ramah atau acuh tak acuh.

1. “Itu Menarik” — Kalimat Aman Saat Tidak Tertarik

Bila seseorang merespons cerita Anda hanya dengan “Itu menarik” atau “Oh, keren” tanpa menanyakan detail lebih lanjut, itu sering kali bukan tanda kekaguman.
Biasanya, orang yang benar-benar tertarik akan melanjutkan dengan pertanyaan lanjutan, menanggapi dengan antusias, atau menautkan pengalaman pribadi mereka.

Tanda pendukung:

  • Kontak mata minim.

  • Bahasa tubuh tertutup (menyilangkan tangan, badan menjauh).

  • Nada suara datar.

  • Mengapa ini tanda ketidaksukaan?
    Menurut riset dalam Computers in Human Behavior, keterlibatan emosional dalam percakapan tercermin dari minat untuk menggali topik lebih dalam. Tidak adanya rasa ingin tahu adalah sinyal disengaja untuk menjaga jarak.

    2. “Kamu Sangat Percaya Diri!” — Pujian yang Bisa Menjadi Sindiran

    Di atas kertas, kalimat ini terdengar seperti pujian. Namun, dalam konteks sosial, nada bicara dan ekspresi wajah bisa mengubah makna sepenuhnya.
    Jika disampaikan dengan nada merendahkan atau disertai senyum sinis, kalimat ini menjadi bentuk pujian tidak langsung yang dapat membuat Anda merasa tidak nyaman.

    Psikolog Joachim I. Krueger menjelaskan bahwa beberapa orang sengaja memberikan “pujian bersayap” untuk menanamkan rasa ragu pada targetnya. Alih-alih mengapresiasi, mereka sebenarnya sedang mengkritik gaya atau keberanian Anda secara terselubung.

    3. “Bagus untukmu!” — Netral tapi Jauh dari Hangat

    Kalimat ini biasanya muncul ketika Anda berbagi pencapaian atau kabar baik.
    Alih-alih ikut bergembira, mereka hanya memberikan reaksi netral tanpa emosi berarti.

    Mengapa ini bisa menyakitkan?
    Menurut terapis Loriann Oberlin, bahasa pasif-agresif seperti ini mampu menciptakan jarak emosional. Anda tidak diserang secara langsung, tetapi juga tidak mendapatkan dukungan yang tulus.

    Terkadang, nada “bagus untukmu” juga digunakan untuk memberi kesan bahwa pencapaian Anda tidak terlalu istimewa.

    4. “Kamu Punya Kepribadian yang Kuat” — Pujian atau Peringatan?

    Kalimat ini terdengar positif, tetapi bisa jadi memiliki makna terselubung: Anda dianggap terlalu dominan, terlalu vokal, atau sulit dihadapi.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore