
11 Ungkapan Halus yang Sering Diucapkan Orang Saat Mereka Tidak Menyukaimu
JawaPos.com - Dalam dunia sosial yang penuh basa-basi, tidak semua orang berani atau mau mengungkapkan perasaan sebenarnya. Ada yang memilih untuk menyamarkannya dalam bentuk komentar ringan, pujian samar, atau humor yang terasa aneh. Fenomena ini lazim terjadi di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga.
Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Cognition, manusia cenderung menutupi emosi negatif demi menjaga citra sosial dan menghindari konflik terbuka. Namun, ketidaksukaan yang dipendam sering kali muncul dalam bentuk komunikasi pasif-agresif. Jika kita tidak peka, kita mungkin terus berada di sekitar orang yang sebenarnya tidak menghargai keberadaan kita.
Dilansir dari laman Your Tango, artikel ini akan membedah 11 kalimat umum yang sering diucapkan orang ketika mereka tidak menyukai Anda, namun berusaha menutupi hal tersebut dengan sikap ramah atau acuh tak acuh.
Bila seseorang merespons cerita Anda hanya dengan “Itu menarik” atau “Oh, keren” tanpa menanyakan detail lebih lanjut, itu sering kali bukan tanda kekaguman.
Biasanya, orang yang benar-benar tertarik akan melanjutkan dengan pertanyaan lanjutan, menanggapi dengan antusias, atau menautkan pengalaman pribadi mereka.
Tanda pendukung:
Kontak mata minim.
Bahasa tubuh tertutup (menyilangkan tangan, badan menjauh).
Nada suara datar.
Mengapa ini tanda ketidaksukaan?
Menurut riset dalam Computers in Human Behavior, keterlibatan emosional dalam percakapan tercermin dari minat untuk menggali topik lebih dalam. Tidak adanya rasa ingin tahu adalah sinyal disengaja untuk menjaga jarak.
Di atas kertas, kalimat ini terdengar seperti pujian. Namun, dalam konteks sosial, nada bicara dan ekspresi wajah bisa mengubah makna sepenuhnya.
Jika disampaikan dengan nada merendahkan atau disertai senyum sinis, kalimat ini menjadi bentuk pujian tidak langsung yang dapat membuat Anda merasa tidak nyaman.
Psikolog Joachim I. Krueger menjelaskan bahwa beberapa orang sengaja memberikan “pujian bersayap” untuk menanamkan rasa ragu pada targetnya. Alih-alih mengapresiasi, mereka sebenarnya sedang mengkritik gaya atau keberanian Anda secara terselubung.
Kalimat ini biasanya muncul ketika Anda berbagi pencapaian atau kabar baik.
Alih-alih ikut bergembira, mereka hanya memberikan reaksi netral tanpa emosi berarti.
Mengapa ini bisa menyakitkan?
Menurut terapis Loriann Oberlin, bahasa pasif-agresif seperti ini mampu menciptakan jarak emosional. Anda tidak diserang secara langsung, tetapi juga tidak mendapatkan dukungan yang tulus.
Terkadang, nada “bagus untukmu” juga digunakan untuk memberi kesan bahwa pencapaian Anda tidak terlalu istimewa.
Kalimat ini terdengar positif, tetapi bisa jadi memiliki makna terselubung: Anda dianggap terlalu dominan, terlalu vokal, atau sulit dihadapi.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
