Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 01.51 WIB

6 Kebiasaan Unik Orang yang Masih Melakukan Transaksi Perbankan Secara Langsung Dibandingkan Online Menurut Psikologi

Menghargai privasi adalah salah satu kebiasaan unik orang yang lebih memilih transaksi perbankan daripada online (freepik) - Image

Menghargai privasi adalah salah satu kebiasaan unik orang yang lebih memilih transaksi perbankan daripada online (freepik)

JawaPos.com – Di era digital yang serba cepat ini hampir semua hal bisa dilakukan hanya dengan satu sentuhan jari termasuk transaksi perbankan.

Namun, menariknya masih banyak orang yang tetap memilih untuk datang langsung ke bank, mengambil antrean dan berinteraksi dengan teller secara tatap muka. Apa sebenarnya yang mendorong kebiasaan ini?

Dari sudut pandang psikologis, preferensi untuk melakukan transaksi perbankan secara langsung berkaitan erat dengan aspek kepribadian seperti kebutuhan akan kontrol, kepercayaan interpersonal hingga kecenderungan untuk merasa lebih aman saat melihat proses terjadi secara nyata.

Sebuah studi dari Journal of Consumer Research menemukan bahwa individu yang memiliki tingkat risk aversion (penghindaran risiko) yang tinggi cenderung menghindari teknologi keuangan dan lebih memilih metode tradisional yang mereka anggap lebih dapat dipercaya.

Selain itu menurut teori kepribadian Big Five, orang yang memiliki conscientiousness dan neuroticism tinggi lebih menyukai struktur, kejelasan dan rasa aman yang ditawarkan secara langsung.

Artikel ini akan membahas 6 kebiasaan unik orang-orang yang tetap setia pada layanan perbankan konvensional dibandingkan online sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Minggu (3/8) sebagai berikut :

  1. Preferensi untuk interaksi manusia

Beberapa orang merasa lebih aman dan nyaman saat melakukan transaksi secara tatap muka. Interaksi langsung dengan teller memungkinkan adanya komunikasi, ekspresi wajah dan nuansa interpersonal yang memunculkan rasa kepercayaan.

Studi di Frontiers in Behavioral Economics menyoroti bahwa hubungan personal dan kualitas layanan tatap muka meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan terhadap bank.

Mereka menghargai interaksi tatap muka dan percaya akan pentingnya membangun hubungan. Mereka tidak keberatan dengan waktu tambahan yang dibutuhkan untuk mengunjungi bank karena mereka menghargai hubungan antarmanusia yang ditawarkannya.

  1. Masalah kepercayaan

Tingkat kepercayaan terhadap institusi keuangan digital menjadi faktor utama. Banyak orang yang merasa risiko penipuan,  keretakan sistem atau kebocoran data lebih mengancam jika transaksi dilakukan online.

Sebuah studi lintas negara dalam Journal of Economic Behavior and Organization menemukan akses internet dapat menurunkan kepercayaan dibanding interaksi fisik dengan bank.

Sehingga ada rasa aman dalam melihat transaksi terjadi secara langsung dan mengetahui secara pasti siapa yang menangani uang tunai hasil jerih payah mereka.

  1. Kebutuhan untuk mengontrol

Ketika orang memilih untuk bertransaksi perbankan secara langsung bukan hanya soal hubungan antarmanusia atau tradisi namun ada pula unsur kendali yang terlibat.

Artinya ketika kita menangani transaksi perbankan kita secara pribadi itu memberi kita rasa kendali atas keuangan kita. Kita dapat mengajukan pertanyaan, mendapatkan jawaban langsung dan merasa yakin bahwa semuanya ditangani dengan benar.

Sebuah studi oleh Asosiasi Psikologi Amerika menemukan bahwa orang yang merasa memiliki kendali atas hidup mereka cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore