Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 23.50 WIB

Pengaruh Masa Kecil pada Kesulitan Seseorang Menjadi Tegas dan Berani Eksternal

Seorang anak kecil tampak ragu atau menunduk, menggambarkan pengalaman masa kecil yang mungkin mempengaruhi ketegasan diri./Freepik - Image

Seorang anak kecil tampak ragu atau menunduk, menggambarkan pengalaman masa kecil yang mungkin mempengaruhi ketegasan diri./Freepik

JawaPos.com - Banyak orang dewasa kesulitan membela diri dan bersikap tegas. Masalah ini seringkali berakar dari pengalaman masa kanak-kanak mereka. Ini bukan sifat bawaan, melainkan hasil dari hubungan atau kejadian awal.

Mampu membela diri berarti mengekspresikan kebutuhan dan menetapkan batasan jelas. Melansir dari Geediting.com Sabtu (26/7), ada beberapa pengalaman masa kecil yang berkorelasi kuat. Memahami koneksi ini membantu membangun kepercayaan diri.

Berikut adalah pengalaman masa kecil yang sering dikaitkan dengan perjuangan menegaskan diri di kemudian hari:

  1. Kurangnya Validasi

Dalam tahun-tahun formatif, individu ini mungkin ditolak haknya untuk mengekspresikan perasaan. Emosi mereka sering dianggap tidak valid atau tidak penting. Ini menyebabkan keraguan diri yang mendalam.

  • Orang Tua yang Otoriter atau Mengontrol

  • Tumbuh di bawah orang tua yang sangat mengontrol bisa menghambat kemampuan. Setiap keputusan, bahkan pilihan pakaian atau teman, seringkali dikendalikan penuh. Ini menyulitkan mereka membuat keputusan sendiri di kemudian hari.

  • Tidak Adanya Konflik Sehat

  • Lingkungan tanpa konflik atau yang menekan perselisihan juga berdampak. Ketidaksepakatan sering disapu di bawah permadani, memberikan gambaran palsu. Anak-anak kehilangan kesempatan belajar negosiasi.

  • Mengalami Perundungan atau Pelecehan Teman Sebaya

  • Anak-anak yang dirundung seringkali merasa suara mereka diabaikan. Mereka belajar untuk menghindar atau menjadi tidak berdaya. Ketakutan ini terbawa hingga dewasa, mempengaruhi ketegasan mereka.

  • Hidup di Lingkungan Rumah yang Bergejolak

  • Tumbuh di rumah dengan suasana yang tidak terduga membuat anak "berjalan di atas kulit telur". Mereka belajar menekan perasaan dan kebutuhan diri. Ini menjadi kebiasaan hingga dewasa demi menjaga kedamaian.

  • Dibesarkan sebagai "Penyenang Orang"

  • Pujian karena patuh dan akomodatif seringkali menyamakan harga diri dengan kemampuan menyenangkan orang. Ini membentuk pola pikir yang mengorbankan kebutuhan sendiri. Menegaskan diri terasa tidak nyaman karena takut egois.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore