Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 22.33 WIB

Fenomena Tall Poppy Syndrome: Saat Prestasi Anda Justru Membuat Orang Lain Menjauh Diam-diam

Ilustrasi Tall Poppy Syndrome (stockking/Freepik) - Image

Ilustrasi Tall Poppy Syndrome (stockking/Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa justru dijauhi saat sedang berkembang? Saat Anda mulai meraih pencapaian, bukan pujian yang datang, melainkan sindiran, komentar sinis, atau bahkan keheningan dari orang-orang yang dulu mendukung. 

Ini bukan sekadar perasaan semata. Fenomena ini nyata dan dalam dunia psikologi sosial dikenal sebagai Tall Poppy Syndrome.

Tall Poppy Syndrome atau TPS menggambarkan kondisi saat seseorang yang menonjol karena prestasi, keberhasilan, atau kecerdasan justru menjadi sasaran kecemburuan sosial. 

Bukannya dirayakan, pencapaian Anda justru dipandang sebagai ancaman. 

Fenomena ini tidak hanya menyakitkan secara emosional, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan pribadi yang selama ini Anda perjuangkan.

Dalam masyarakat yang menjunjung tinggi keseragaman, menjadi berbeda sering kali dianggap mencolok. 

Banyak orang tidak menyadari bahwa saat Anda bersinar, ada sebagian yang merasa terganggu. 

Namun, bukan berarti Anda harus berhenti. Justru ini saatnya membangun kekuatan dari dalam agar tetap melangkah tanpa takut menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Simak selengkapnya yang dorangkum dari kanal youTube BELAJAR MEMAHAMI pada Jumat (25/07).

1. Apa Itu Tall Poppy Syndrome dan Mengapa Itu Terjadi?

Tall Poppy Syndrome berasal dari budaya Australia yang menggunakan analogi bunga poppy. 

Saat ada satu bunga yang tumbuh lebih tinggi dari yang lain, bunga itu akan dipotong agar sejajar. 

Dalam konteks sosial, ini berarti saat seseorang menonjol, ia akan ditekan agar tidak terlihat lebih unggul. 

Fenomena ini menjadi refleksi dari kecemasan kolektif yang tidak nyaman melihat seseorang melampaui batas umum.

Di Indonesia, TPS tidak selalu hadir dalam bentuk konfrontatif. Komentarnya terdengar sopan namun tajam "jangan sombong ya", atau "rendah hati dong". 

Kalimat-kalimat ini menyiratkan bahwa keberhasilan Anda terlalu mencolok. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore