Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 00.02 WIB

Orang yang Berpura-pura Sukses Tapi Kenyataannya Tidak, Sering Menunjukkan 8 Sifat Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berpura-pura sukses (Freepik/freepic.diller) - Image

seseorang yang berpura-pura sukses (Freepik/freepic.diller)

JawaPos.com - Di era media sosial dan gaya hidup serba pamer, tidak sedikit orang yang berusaha tampil seolah-olah sukses, padahal kenyataannya tidak demikian.

Mereka mungkin menunjukkan kehidupan mewah, pencapaian hebat, atau jabatan prestisius, namun di balik layar, realitas hidup mereka bisa sangat berbeda.

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai impression management, yaitu usaha seseorang untuk mengontrol citra diri yang ditampilkan kepada orang lain.

Menariknya, menurut para ahli psikologi, orang yang berpura-pura sukses justru sering kali memperlihatkan pola perilaku dan sifat-sifat tertentu yang jika diperhatikan dengan jeli, dapat mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (14/7), terdapat 8 sifat yang kerap ditunjukkan oleh mereka yang berpura-pura sukses menurut psikologi:

1. Terlalu Sering Membicarakan Uang, Jabatan, atau Barang Mewah

Salah satu ciri khas orang yang berpura-pura sukses adalah obsesinya untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan status sosial.

Mereka cenderung menonjolkan merek pakaian mahal, jam tangan mewah, mobil baru, atau koneksi dengan orang penting.

Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai status signaling — upaya untuk menunjukkan posisi sosial melalui simbol-simbol eksternal.

Sayangnya, semakin sering seseorang membicarakan kekayaan atau pencapaian, semakin besar kemungkinan bahwa mereka merasa tidak aman tentang posisi mereka yang sebenarnya.

2. Menghindari Pertanyaan Detail tentang Karier atau Keuangan

Orang yang benar-benar sukses biasanya mampu menjelaskan dengan tenang dan jujur tentang apa yang mereka kerjakan.

Sebaliknya, mereka yang berpura-pura sukses akan tampak gugup, mengalihkan topik, atau memberikan jawaban samar jika ditanya detail soal pekerjaan, penghasilan, atau sumber penghidupan.

Ini merupakan bentuk dari cognitive dissonance — ketidaksesuaian antara citra diri yang ditampilkan dan kenyataan yang mereka sembunyikan, yang membuat mereka canggung jika masuk ke pembahasan yang terlalu dalam.

3. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore