Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Juli 2025 | 20.53 WIB

5 Cara Menjadi Sosok yang Lebih Optimis dalam Menjalani Kehidupan dan Menyelesaikan Pekerjaan

Ilustrasi cara menjadi sosok yang lebih optimis (drobotdean/freepik.com)

JawaPos.com - Mengembangkan sikap optimis bisa menjadi kunci sukses dalam menjalani kehidupan sehari-hari sekaligus menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif.

Optimisme tidak hanya membantumu melihat sisi positif dari setiap situasi, tetapi juga memperkuat motivasi dan ketangguhan saat menghadapi tantangan.

Dengan menjadi pribadi yang lebih optimis, kamu tak hanya meningkatkan produktivitas, namun juga menciptakan kualitas hidup yang lebih baik mulai dari hubungan sosial yang lebih harmonis sampai kesehatan mental yang lebih stabil.

Melansir Very Well Mind, berikut ini beberapa cara menjadi sosok yang lebih optimis dalam menjalani kehidupan dan menyelesaikan pekerjaan.

1. Hindari negativitas

Mungkin kamu pernah menyebut mereka pengeluh atau bahkan orang negatif, tapi faktanya, orang yang selalu pesimis sering menguras energi positif di sekitar mereka. Maka dari itu, penting dalam menetapkan batasan yang sehat dengan mereka yang terus terjebak dalam sikap negatif, apalagi jika mereka kurang peka terhadap perasaan orang lain.

Kadang, kamu perlu jujur mengatakan, contohnya, “Setiap kali aku beri saran untuk memperbaiki keadaan, kamu selalu merasa itu tidak akan berhasil. Aku jadi kesulitan membantu.” Atau, mungkin dirimu harus menjaga jarak dari kerabat yang terus-menerus menyebarkan ramalan buruk atau pandangan suram tentang masa depan.

Selain itu, batasi juga konsumsi mediamu. Terlalu banyak menonton berita tragis atau mengikuti drama politik di media sosial mampu melemahkan kemampuanmu guna menjadi tetap optimis. Tujuannya adalah tetap mendapat informasi tanpa merasa kewalahan.

2. Kenali pikiran negatif

Tidak ada salahnya mengakui bahwa hal buruk bisa terjadi mengabaikan kenyataan justru tidak membantu. Bersikap realistis justru kunci dalam mempersiapkan diri sebaik mungkin. Misalnya, jika terlalu percaya diri menjelang wawancara kerja, maka kamu mungkin jadi kurang persiapan sebab yakin pasti lolos.

Di sisi lain, terlalu pesimis juga berisiko menghambat peluang. Pikiran seperti “Aku pasti tidak akan diterima” bisa menurunkan rasa percaya diri, sehingga dirimi akan tampil kurang meyakinkan ketika melakukan wawancara dan akhirnya gagal memperoleh pekerjaan.

Sikap yang seimbang adalah fokus melakukan yang terbaik dan yakin bahwa apapun hasilnya, kamu akan baik-baik saja. Optimisme yang sehat membuatmu percaya bahwa kesempatan bagus menanti dan kamu punya kemampuan meraihnya. Saat pikiran negatif datang, cobalah evaluasi kembali apakah itu benar-benar realistis. Mengubah sudut pandang menjadi lebih rasional mampu membantumu tetap optimis dan percaya diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore