Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 18.39 WIB

8 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Baju Banyak tapi Hanya Memakai Pakaian Itu-itu Saja Menurut Psikologi, Apa Saja?

Kepribadian orang yang baju banyak, tapi hanya memakai satu pakaian menurut Psikologi./ Freepik

JawaPos.com – Lemari penuh dengan berbagai jenis pakaian, tetapi setiap hari tetap memilih baju yang itu-itu saja?

Kebiasaan ini ternyata bukan sekadar soal kenyamanan atau kebiasaan, melainkan bisa mencerminkan kepribadian seseorang.

Psikologi mengungkap bahwa pola dalam memilih pakaian berkaitan erat dengan faktor emosional, pola pikir, hingga gaya hidup.

Ada yang melakukannya karena alasan praktis, ada pula yang tanpa sadar menunjukkan karakter tertentu melalui kebiasaan ini.

Dilansir dari geediting.com pada Kamis (26/6), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri kepribadian orang yang meski mempunyai baju banyak, namun mereka hanya memakai satu pakaian yang terus menerus menurut Psikologi.

  1. Keutamaan kenyamanan

Banyak orang memiliki lemari pakaian yang dipenuhi dengan berbagai jenis busana, mulai dari sepatu hak tinggi hingga gaun mewah, namun pada akhirnya mereka selalu kembali memilih pakaian yang nyaman seperti celana training dan kaus longgar.

Kenyamanan menjadi prioritas utama dibandingkan dengan tampilan yang modis atau trendy. Pakaian-pakaian favorit ini sudah terasa pas di badan dan memberikan rasa percaya diri bahwa mereka bisa menjalani aktivitas tanpa gangguan.

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa sebagian orang lebih menghargai aspek kenyamanan dalam berbusana dibanding mengikuti tren fashion terkini.

  1. Nilai sentimental

Beberapa orang memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan pakaian tertentu karena momen spesial yang terjadi saat mengenakan busana tersebut. Seperti gaun yang dipakai saat wisuda, kemeja pemberian orang terkasih, atau pakaian yang dikenakan saat mendapat kabar baik, semuanya menyimpan kenangan tersendiri.

Hubungan emosional ini membuat mereka cenderung memilih pakaian yang sama berulang kali meski memiliki banyak pilihan lain di lemari. Bagi mereka, pakaian bukan sekadar kain penutup tubuh, melainkan pengingat akan momen-momen berharga dalam hidup.

  1. Kelelahan dalam memilih

Manusia rata-rata membuat sekitar 35.000 keputusan setiap harinya, dan memilih pakaian adalah salah satu keputusan yang harus diambil di pagi hari. Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai 'kelelahan dalam mengambil keputusan', di mana kualitas keputusan seseorang menurun setelah terlalu banyak membuat pilihan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore