Ciri orang stalking mantan pasangan di media sosial menurut psikologi./Freepik.
JawaPos.com – Tidak semua orang bisa langsung move on setelah hubungan berakhir. Beberapa orang diam-diam masih memantau kehidupan mantan pasangan mereka melalui media sosial.
Menurut psikologi, perilaku ini bisa disebabkan oleh rasa penasaran, keterikatan emosional yang belum tuntas, atau bahkan ketakutan akan perubahan.
Tanpa disadari, ada kebiasaan tertentu yang menandakan seseorang masih sering stalking mantan di media sosial.
Dilansir dari geediting.com pada Rabu (25/6), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri orang yang diam-diam stalking mantan pasangan di media sosial menurut psikologi.
Baca Juga: 8 Hal yang Diajarkan Toxic Masculinity pada Pria Menurut Psikologi, Ubah Segera Mindset Kamu!
Godaan untuk mencari tahu tentang masa lalu pasangan seringkali dimulai dari rasa ingin tahu yang tampak tidak berbahaya.
Seseorang mungkin berdalih bahwa mengintip media sosial mantan pasangannya hanya sekadar untuk memuaskan keingintahuan, namun perilaku ini bisa berkembang menjadi obsesi yang tidak sehat.
Ketika kebiasaan mengintip media sosial mantan pasangan menjadi rutinitas harian, hal ini sudah melewati batas kewajaran dan berpotensi merusak kesehatan mental hubungan yang sedang dijalani.
Penting untuk menyadari bahwa rasa ingin tahu yang berlebihan seringkali menjadi kedok bagi perilaku obsesif yang memerlukan penanganan.
Menariknya, orang yang sering menguntit mantan pasangannya di media sosial justru memiliki tingkat empati yang tinggi. Mereka seringkali membenarkan tindakannya dengan alasan ingin memahami perasaan dan pengalaman mantan pasangan mereka secara lebih mendalam.
Bahkan setelah bertahun-tahun berpisah, mereka masih menaruh perhatian pada kesulitan atau masalah yang dihadapi mantan pasangan. Sayangnya, empati yang berlebihan ini justru bisa mengaburkan batasan yang seharusnya ada, menciptakan keterlibatan emosional yang tidak sehat dengan masa lalu.
Kebiasaan mengecek media sosial mantan pasangan secara rutin seringkali berakar dari ketakutan mendalam akan ditinggalkan atau digantikan. Perilaku ini memicu kebutuhan kompulsif untuk membandingkan diri dengan mantan pasangan, mencari kepastian bahwa mereka lebih baik atau lebih berhasil.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
