Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 16.08 WIB

Jika Anda Ingin Berhenti Peduli dengan Apa yang Orang Lain Pikirkan, Mulailah Mempraktikkan 8 Perubahan Pola Pikir Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berhenti memperdulikan apa yang orang lain pikirkan. (Freepik/yanalya) - Image

seseorang yang berhenti memperdulikan apa yang orang lain pikirkan. (Freepik/yanalya)

JawaPos.com - Dalam dunia yang serba terhubung dan penuh ekspektasi sosial seperti sekarang, sangat mudah bagi seseorang untuk jatuh dalam perangkap "overthinking" tentang apa yang orang lain pikirkan.

Kita khawatir tentang penampilan, pilihan hidup, karier, hingga unggahan media sosial — semua demi citra yang dinilai oleh orang lain.

Padahal, terlalu peduli terhadap opini orang lain seringkali justru menghambat pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan sejati.

Psikologi modern telah meneliti bagaimana ketergantungan terhadap validasi eksternal dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

Namun kabar baiknya, kita bisa melatih diri untuk melepaskan diri dari belenggu ini.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (17/6), terdapat 8 perubahan pola pikir yang menurut psikologi sangat efektif untuk membantu Anda berhenti peduli secara berlebihan terhadap apa yang orang lain pikirkan.

1. Pahami bahwa kebanyakan orang tidak benar-benar memperhatikan Anda

Pola pikir pertama yang harus dipahami adalah "spotlight effect", yaitu kecenderungan kita untuk melebih-lebihkan seberapa besar orang lain memperhatikan kita.

Dalam kenyataannya, sebagian besar orang lebih sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada mengkritisi hidup Anda.

Psikologi menyebut ini sebagai bias perhatian — kita merasa jadi pusat dunia, padahal tidak.

Ubah pola pikir: “Orang lain mungkin melihatku sebentar, tapi mereka tidak memikirkanku sepanjang hari. Aku bebas untuk menjadi diriku sendiri.”

2. Fokus pada nilai, bukan validasi

Seringkali kita lebih memikirkan apakah tindakan kita disukai orang lain ketimbang apakah tindakan itu sesuai dengan nilai yang kita yakini.

Psikologi menyebut ini sebagai external locus of evaluation, yakni saat penilaian diri sepenuhnya bergantung pada penilaian eksternal.

Ubah pola pikir: “Yang penting adalah aku bertindak sesuai dengan nilai dan integritasku — bukan untuk menyenangkan semua orang.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore