
Ilustrasi orang dengan kebiasaan night owl atau night person. (Unsplash)
JawaPos.com – Pernahkah merasa lebih produktif di malam hari? Bagi sebagian orang, menjadi "burung malam" atau 'night person' adalah kebiasaan alami.
Namun, tahukah Anda kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan otak?
Dalam studi jangka panjang dari Universitas Groningen di Belanda terungkap bahwa individu dengan kebiasaan tidur larut malam berisiko mengalami penurunan kognitif lebih cepat dibandingkan mereka yang tidur lebih awal.
Temuan ini berasal dari analisis data jangka panjang selama 10 tahun.
Para peneliti membandingkan hasil tes kognitif peserta yang diambil di awal penelitian dan satu dekade kemudian.
Hasilnya menunjukkan bahwa ritme biologis atau chronotype memiliki peran penting dalam penurunan kognitif.
Individu yang aktif di malam hari cenderung lebih rentan terhadap kebiasaan tidak sehat.
Meski chronotype sebagian besar bersifat genetik, hasil penelitian ini menunjukkan hidup yang tidak selaras dengan jam biologis dapat berdampak negatif terhadap kesehatan otak dalam jangka panjang.
Perilaku Tidak Sehat di Malam Hari Jadi Faktor Risiko
Penurunan kognitif yang lebih cepat di antara burung malam sebagian besar dipengaruhi oleh perilaku tidak sehat yang umum terjadi pada malam hari.
Menurut Ana Wenzler, peneliti dari UMCG, “Perilaku tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, dan makan tidak sehat lebih sering terjadi pada malam hari”.
Dalam studi ini, ditemukan bahwa 25 persen dari risiko penurunan kognitif dapat dijelaskan oleh kebiasaan merokok dan kualitas tidur yang buruk.
Burung malam juga cenderung memiliki waktu tidur yang lebih pendek akibat keharusan untuk bangun pagi demi menyesuaikan dengan jadwal kerja.
Kurangnya tidur menyebabkan otak tidak mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat, sehingga mempercepat penurunan kognitif.
Temuan ini menyoroti bagaimana gaya hidup dan tuntutan pekerjaan dapat memperburuk dampak dari chronotype malam.
Dampak Lebih Terlihat pada Individu Berpendidikan Tinggi
Penelitian juga mencatat bahwa penurunan kognitif lebih nyata terjadi pada kelompok dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
