Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 06.45 WIB

Lebih Produktif Di Malam Hari? Peneliti Ungkap Hubungannya dengan Fungsi Otak, Simak Penjelasan Lengkapnya

Ilustrasi orang dengan kebiasaan night owl atau night person. (Unsplash) - Image

Ilustrasi orang dengan kebiasaan night owl atau night person. (Unsplash)

JawaPos.com – Pernahkah merasa lebih produktif di malam hari? Bagi sebagian orang, menjadi "burung malam" atau 'night person' adalah kebiasaan alami.

Namun, tahukah Anda kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan otak?

Dalam studi jangka panjang dari Universitas Groningen di Belanda terungkap bahwa individu dengan kebiasaan tidur larut malam berisiko mengalami penurunan kognitif lebih cepat dibandingkan mereka yang tidur lebih awal.

Temuan ini berasal dari analisis data jangka panjang selama 10 tahun.

Para peneliti membandingkan hasil tes kognitif peserta yang diambil di awal penelitian dan satu dekade kemudian.

Hasilnya menunjukkan bahwa ritme biologis atau chronotype memiliki peran penting dalam penurunan kognitif.

Individu yang aktif di malam hari cenderung lebih rentan terhadap kebiasaan tidak sehat.

Meski chronotype sebagian besar bersifat genetik, hasil penelitian ini menunjukkan hidup yang tidak selaras dengan jam biologis dapat berdampak negatif terhadap kesehatan otak dalam jangka panjang.

Perilaku Tidak Sehat di Malam Hari Jadi Faktor Risiko
Penurunan kognitif yang lebih cepat di antara burung malam sebagian besar dipengaruhi oleh perilaku tidak sehat yang umum terjadi pada malam hari.

Menurut Ana Wenzler, peneliti dari UMCG, “Perilaku tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, dan makan tidak sehat lebih sering terjadi pada malam hari”.

Dalam studi ini, ditemukan bahwa 25 persen dari risiko penurunan kognitif dapat dijelaskan oleh kebiasaan merokok dan kualitas tidur yang buruk.

Burung malam juga cenderung memiliki waktu tidur yang lebih pendek akibat keharusan untuk bangun pagi demi menyesuaikan dengan jadwal kerja.

Kurangnya tidur menyebabkan otak tidak mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat, sehingga mempercepat penurunan kognitif.

Temuan ini menyoroti bagaimana gaya hidup dan tuntutan pekerjaan dapat memperburuk dampak dari chronotype malam.

Dampak Lebih Terlihat pada Individu Berpendidikan Tinggi
Penelitian juga mencatat bahwa penurunan kognitif lebih nyata terjadi pada kelompok dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore